BAB : 14
TIADA SEORANGPUN YANG BERHAK DISEMBAH SELAIN ALLAH
Dalam pembahasan ini, maksud dari tema diatas adalah menerangkan keadaan mad'u (orang yang di mintai doa) bahwa mereka sedikitpun tidak bisa memberikan atau mendatangkan kemanfaatan begitu juga mendatangkan kemadharatan ,baik itu orang sholeh patung nabi bahkan malaikat sekalipun tidak bisa memberikan atau mengabulkan do'a seorang hamba .sungguh ini menunjukkan akan kelemahan dan tidak kemampauan mereka dalam memberikan pertolongan dan mengabulkan do'a[1]
ý .Ruang lingkup pembahasan :
Selain mereka meminta (berdo'a)kepada patng dll,mereka juga meminta kepada tuhan yang berwujud manusia dalam ibadah kepada selain Allah yang berhukum tidak selain hukumNya.ini juga menunjukkan atasi lontaran kejelekan mereka (quraisy)dalam beribadah.[2]
ý Dalil
· Al qur'an
Al-qur'an mengungkap kesyirikan mereka sama seperti kesyirikan penyembah berhala sehingga mereka terjerumus dalamkesyirikan iqtiqad yang merubah syariat Allah .mereka disebut musyrik modern ,karena mereka meminta kepada wali setan.[3]sebagaimana dalam alqur'an dijelaskan:
tbqä.Îô³çr& $tB w ß,è=øs $\«øx© öNèdur tbqà)n=øä ÇÊÒÊÈ wur tbqãèÏÜtGó¡o öNçlm; #ZóÇtR Iwur öNåk|¦àÿRr& crçÝÇYt ÇÊÒËÈ
"Patutkah mereka berbuat syirik (dengan menyembah selain Allah) yang tak dapat menciptakan apa-apa? Padahal selain Allah itu adalah ciptaan(Nya). Dan sembahan-sembahan selain Allah itu tidak mampu memberi pertolongan kepada orang-orang musyrik, dan kepada dirinya sendiri pun sembahan-sembahan itu tidak dapat memberi pertolongan." [4]
Ayat ini juga menunjukkan bahwa didalamnya sebagai lontaran akan kejelekan mereka (quraisy) dalam peribadatan mereka sebagai taubih atas mereka .[5]
Ibnu Qayyim memaksudkan ayat diatas dalam penafsiran ayat úüÏètGó¡nS$Î)urç7÷ètR$Î) ß bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali allah diterangkan didalamnya adaempat tingkatan syahadat diantaranya:mengetahui allah,beriltizam kepadaNya ,beriltizam kepada agamaNya .sehingga dengan ini mengandung suatu kesaksian Allah terhadap hambaNya yang berhukum kepada apa yang diturunkan Nya yang berupa al-qur'an.[6]
Berkenaan dengan tema kali ini tentang kejadian –kejadian yang berkaitan dengan turunnya ayat ini (ali-imran :128)Allah berfirman:
}§øs9 s9 z`ÏB ÌøBF{$# íäóÓx« ÷rr& z>qçGt öNÍkön=tæ ÷rr& öNßgt/Éjyèã öNßg¯RÎ*sù cqßJÎ=»sß ÇÊËÑÈ
. "Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim." Menmengenai turunnya ayat ini, karena Nabi Muhammad berdoa kepada Allah agar menyelamatkan sebagian pemuka-pemuka musyrikin dan membinasakan sebagian lainnya.
ý Syarat syarat mad'u:
Allah mengabarkan akan keadaan makhluqNya yang dimintai do'a dari selainNya baik itu malaikat ,nabi, patung dll(makhluk ciptaan Allah),sehingga Allah mengabarkan bagi hambaNya bahwa didalam firmanNya dijelaskan,akan syarat seseorang yang di mintai sesuatu yang ini tidak lain bentuk ketinggian Allah terhadap makhlukNya diantara sifat mad'u:
- Tidak ada sifat dho'if dan ketidakmampuan dalam mengabulkan suatu permintaan.
- .Maha memiliki,maksudnya dia punya segala macam apa yang ada di bumi dan dilangit,ini tidak dimiliki kecuali Allah ,tidak sebagaimana yang Allah sifati terhadap makhlukNya yang ia tidak memiliki apa apa yang ada dilangit dan dibumi sedikitpun dan tidak pula apa yang dimilikinya setipis kulit kurma [7]
- .Mendengar akan doa mereka. Tidak seperti yang dilalukan orang-orang yang me minta kepada makhluk(mereka tidak dapat mendengar doa karena mereka bendamati yang tidak punya ruh)
- Mampu untuk mengabulkan atau tidak mengabulkan(walaupun mereka dapat mendengar tapi tidak dapat mengabulkan doa mereka) karena mad'u mereka tidak ada kemampuan dalam hal ini .makanya Allah tidak mengijinkan makhlukNya yang tidak ada kemerdekaan bagi.Berdoa kepada selain allah adalah kesyirikan [8]sebagaimana firman Allah:
tûïÏ%©!$#ur cqããôs? `ÏB ¾ÏmÏRrß $tB cqä3Î=÷Kt `ÏB AÏJôÜÏ% ÇÊÌÈ bÎ) óOèdqããôs? w (#qãèyJó¡o ö/ä.uä!$tãß öqs9ur (#qãèÏÿx $tB (#qç/$yftGó$# ö/ä3s9 ( tPöqtur ÏpyJ»uÉ)ø9$# tbrãàÿõ3t öNä3Å2÷ųÎ0 4 wur y7ã¥Îm;uZã ã@÷WÏB 9Î7yz ÇÊÍÈ
"... Dan sembahan-sembahan yang kamu seru, selain Allah, tidak memiliki apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak akan mendengar seruanmu itu; kalaupun mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu; dan pada hari Kiamat mereka mengingkari kemusyrikanmu, dan tiada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui." [9]
· Hadits
· Dari Anas Radhiyallahu 'anhu katanya: "Pada waktu peperangan Uhud, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terluka di bagian kepala dan gigi taringnya. Maka beliau bersabda: "Bagaimana akan beruntung suatu kaum yang melukai Nabi mereka?" Lalu turun ayat: "Tak ada apa-apa bagimu (untuk campur tangan) dalam urusan mereka itu. (Ali Imran: 128).[10]"
· Dari Ibnu 'Umar Radhiyallahu 'anhuma bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (setelah terluka di bagian kepala dan gigi taringnya sewaktu perang Uhud) berdoa tatkala mengangkat kepalanya dari ruku' pada rakaat terakhir dalam shalat shubuh: "Ya Allah! Laknatilah si fulan dan si fulan", yaitu seusai beliau mengucapkan: Sami'allahu liman hamidah, rabbana wa lakal hamd." Sesudah itu Allah pun menurunkan firman-Nya: "Tak ada hak apapun bagimu (untuk campur tangan) dalam urusan mereka itu."[11]
· Dan menurut riwayat lain: "Beliau mendoakan semoga Shafwan bin Umayyah, Suhail bin 'Amr dan Al-Harits bin Hisyam dijauhkan dari rahmat Allah". Maka turunlah ayat: "Tak ada hak apapun bagimu (untuk campur tangan) dalam urusan mereka itu."[12]
· Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Ketika diturunkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ayat: "Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat." (Asy-Syu'ara': 214) berdirilah beliau dan bersabda: "Wahai segenap kaum Quraisy, tebuslah diri kamu sekalian (dari siksa Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya). Sedikitpun aku tak berguna bagi dirimu di hadapan Allah. Wahai 'Abbas bin 'Abdul Muthallib! Sedikitpun aku tak berguna bagi dirimu di hadapan Allah. Wahai Shafiyah bibi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam! Sedikitpun aku tak berguna bagi dirimu di hadapan Allah. Dan Wahai Fathimah puteri Muhammad! Mintalah kepadaku apa yang kamu inginkan dari hartaku. Sedikitpun aku tak berguna bagi dirimu di hadapan Allah."[13]
ý Kandungan tulisan ini:
· Tafsiran kedua ayat tersebut di atas. Kedua ayat tersebut menunjukkan kebatilan syirik mulai dari dasarnya, karena makhluk yang lemah ini, yang tidak mempunyai kekuasaan apa-apa, tak dapat dijadikan sebagai sandaran sama sekali; dan menunjukkan pula bahwa Allah-lah yang berhak dengan segala macam ibadah yang dilakukan manusia.
· Kisah perang Uhud.
· Rasulullah, Pemimpin para rasul, dalam shalat Shubuh telah melakukan qunut sedang para sahabat yang berada di belakang beliau mengucapkan "amin".
· Orang-orang yang beliau doakan semoga Allah menjauhkan mereka dari rahmat-Nya adalah orang-orang kafir.
· Orang-orang kafir itu telah berbuat hal-hal yang tidak dilakukan oleh kebanyakan orang kafir, antara lain: melukai nabi dan berambisi sekali untuk membunuh beliau serta mereka merusak tubuh para korban yang terbunuh, padahal korban-korban tersebut adalah sanak famili mereka sendiri.
· Tentang perbuatan mereka itu, Allah telah menurunkan firman-Nya kepada beliau: "Tak ada hak apapun bagimu (untuk campur tangan) dalam urusan mereka itu."
· Allah Ta'ala berfirman: "Atau Allah menerima taubat mereka, atau menyiksa mereka." (Al-Imran: 128)
· Melakukan qunut nazilah, yaitu qunut yang dilakukan ketika berada dalam keadaan mara bahaya.
· Menyebutkan nama-nama beserta nama-nama orang tua mereka yang didoakan terlaknat di dalam shalat, tidak membatalkan shalat.
· Boleh melaknat terhadap orang kafir tertentu dalam qunut.
· Kisah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tatkala diturunkan kepada beliau ayat: "Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat."
· Kesungguhan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hal ini, sehingga beliau melakukan sesuatu yang menyebabkan dirinya dituduh gila; demikian halnya apabila dilakukan oleh seorang muslim pada masa sekarang ini.
· Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memperingatkan keluarga yang paling jauh kemudian yang terdekat, dengan bersabda: "Sedikit pun aku tak berguna bagi dirimu di hadapan Allah", sampai beliau bersabda kepada puterinya sendiri: "Wahai Fathimah puteri Muhammad, sedikitpun aku tak berguna bagi dirimu di hadapan Allah."
· Boleh meminta kepada hamba yang ia mampui yaitu yang berkaitan dengan dunia.adapun tentang rahmat,ampunan surga,keselamatan dan hal-hal yang tidak dimampui hamba kecuali Allah saja. Pembagian do'a ada dua yaitu[14]:
ü الدعاء المسأ لة :suatu doa yang ditujukan kepada manusia dalam menyelesaikan kebutuhan didunia yang ia mampui dalam ijabahnya seperti:"ya,fulan berilah makan aku "
ü الدعاء العبا دة:suatu do'Adzan untuk meminta sesuatu yang makhlukNya tidak mampu dalam halini karena hanya semata mata untuk ibadah kepada khusus ditujukan Allah semata ,seperti:pahala ,surga ,diselamatkan dari nereaka ,syithan ,jin dan mara bahanya yang lain yang tidak dimampui manusia untuk melakukannya kecuali hanya Allah
ý Dalil
· Al-Qur'an
1.Firman Allah Ta'ala (artinya):
tbqä.Îô³çr& $tB w ß,è=øs $\«øx© öNèdur tbqà)n=øä ÇÊÒÊÈ wur tbqãèÏÜtGó¡o öNçlm; #ZóÇtR Iwur öNåk|¦àÿRr& crçÝÇYt ÇÊÒËÈ
"Patutkah mereka berbuat syirik (dengan menyembah selain Allah) yang tak dapat menciptakan apa-apa? Padahal selain Allah itu adalah ciptaan(Nya). Dan sembahan-sembahan selain Allah itu tidak mampu memberi pertolongan kepada orang-orang musyrik, dan kepada dirinya sendiri pun sembahan-sembahan itu tidak dapat memberi pertolongan."[15]
2.Firman Allah Swt,
tûïÏ%©!$#ur cqããôs? `ÏB ¾ÏmÏRrß $tB cqä3Î=÷Kt `ÏB AÏJôÜÏ% ÇÊÌÈ bÎ) óOèdqããôs? w (#qãèyJó¡o ö/ä.uä!$tãß öqs9ur (#qãèÏÿx $tB (#qç/$yftGó$# ö/ä3s9 ( tPöqtur ÏpyJ»uÉ)ø9$# tbrãàÿõ3t öNä3Å2÷ųÎ0 4 wur y7ã¥Îm;uZã ã@÷WÏB 9Î7yz ÇÊÍÈ
"... Dan sembahan-sembahan yang kamu seru, selain Allah, tidak memiliki apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak akan mendengar seruanmu itu; kalaupun mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu; dan pada hari Kiamat mereka mengingkari kemusyrikanmu, dan tiada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui."[16]
· As Sunnah
Diriwayatkan dalam Shahih (Al-Bukhari dan Muslim) dari Anas Radhiyallahu 'anhu katanya: "Pada waktu peperangan Uhud, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terluka di bagian kepala dan gigi taringnya. Maka beliau bersabda: "Bagaimana akan beruntung suatu kaum yang melukai Nabi mereka?" Lalu turun ayat:
}§øs9 s9 z`ÏB ÌøBF{$# íäóÓx« ÷rr& z>qçGt öNÍkön=tæ
"Tak ada apa-apa bagimu (untuk campur tangan) dalam urusan mereka itu.[17]
Dan diriwayatkan dalam Shahih (Al-Bukhari), dari Ibnu 'Umar Radhiyallahu 'anhuma bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (setelah terluka di bagian kepala dan gigi taringnya sewaktu perang Uhud) berdoa tatkala mengangkat kepalanya dari ruku' pada rakaat terakhir dalam shalat shubuh: "Ya Allah! Laknatilah si fulan dan si fulan", yaitu seusai beliau mengucapkan: Sami'allahu liman hamidah, rabbana wa lakal hamd."
Sesudah itu Allah pun menurunkan firman-Nya: "Tak ada hak apapun bagimu (untuk campur tangan) dalam urusan mereka itu."
Dan menurut riwayat lain: "Beliau mendoakan semoga Shafwan bin Umayyah, Suhail bin 'Amr dan Al-Harits bin Hisyam dijauhkan dari rahmat Allah". Maka turunlah ayat: "Tak ada hak apapun bagimu (untuk campur tangan) dalam urusan mereka itu."
Diriwayatkan pula dalam Shahih Al-Bukhari, dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Ketika diturunkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ayat:
"Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat."[18] berdirilah beliau dan bersabda: "Wahai segenap kaum Quraisy, tebuslah diri kamu sekalian (dari siksa Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya). Sedikitpun aku tak berguna bagi dirimu di hadapan Allah. Wahai 'Abbas bin 'Abdul Muthallib! Sedikitpun aku tak berguna bagi dirimu di hadapan Allah. Wahai Shafiyah bibi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam! Sedikitpun aku tak berguna bagi dirimu di hadapan Allah. Dan Wahai Fathimah puteri Muhammad! Mintalah kepadaku apa yang kamu inginkan dari hartaku. Sedikitpun aku tak berguna bagi dirimu di hadapan Allah."
Apabila beliau telah memaklumatkan secara terang-terangan, padahal beliau adalah Pemimpin para rasul, bahwa beliau sedikitpun tak berguna bagi diri puterinya sendiri, wanita termulia sealam ini; dan orangpun mengimani bahwa beliau tidak mengatakan kecuali yang haq, kemudian dia memperhatikan apa yang terjadi pada diri kaum khawash (yaitu orang-orang yang ditokohkan dalam masalah agama dan merasa bahwa dirinya patut diikuti, disegani dan diminta berkah doanya dewasa ini) akan tampak baginya bahwa tauhid sudah ditinggalkan dan tuntunan agama menjadi asing.
Bab ini menjelaskan bukti lain yang menunjukkan kebatilan syirik dan hanya Allah yang berhak dengan segala macam ibadah. Karena apabila para malaikat, sebagai makhluk yang amat perkasa dan paling kuat, bersimpuh sujud di hadirat Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Besar tatkala mendengar firman-Nya, maka tiada yang berhak dengan ibadah, puja dan puji, sanjungan dan pengagungan kecuali Allah.
REFERENSI:
F Fathul Majid, Syaikh Abdurrahman Alu Syaikh,
F Kitab tauhid, syaikh shalih Fauzan.
F Kitab Tauhid edisi
[1] taisyirul azizil hamidhal.250 maktabah al-islamy
[2] ibnu katsir,tafsir qur'anul 'adzim juz II/367 abdul qadir arnuth Darussalam.
[3] Sayyid Qutub,"tafsir Fidzilaalil Qur'an"jilid III/hal.1409-1011,Darul As-syuruq.
[4] QS.Al A'raaf:191-192
[5] ibnu katsir,tafsir qur'anul 'adzim juz II/367 abdul qadir arnuth Darussalam.ayat yang berkenaan dengan ini banyak diterangkan dalam al-qur'an diantaranya:al-furqan:3;al-Adzan'raf:188;al-jiinn:21-23.
[6] Dr. Wahbah Az-Zuhailyabdul muin sholeh aly al izz.II/1066cet.VI/maktabah arrisalah."tahdzib Madarijussalikin"
[7] Tafsiran dariibnu abbas,mujahid,ikrimah,atha',athiyyah,al-hasan,qatadah,tentan"' قطمير ".dalam tafsir qur'qnul qdzim li ibnu katsir III/727oleh abdul qadir al-arnuth,Darussalam th.1998
[8] ibid ,maryam 81-82 .
[9] QS.fhatir:13-14
[10] diriwayatkan oleh muslim dalam shahihnya,hadist no.1791dari tsabit dari muslim dan dalam shahih bukhari dari humaid dari stabit dari anas (ibnu hajar dalam fathul
[11] diriwayatkan oleh bukhari ,kitab al-I'tisham bikitabillah wasunnaturrasul,juz.8/hal 196,hadist no.7346darul fikr .cetakan th.1994/1414H.
[12] dirimwayatkan oleh bukhari dalam shahihnya ,no.4070(mursal):turmidzi dalam aljami',no.3007 beliau berkata hadist ini hasan gharib:ahmad dalam musnadnya juz.II/93.
[13] Diriwayatkan oleh bukhari dalam shahihnya VI/19,hadist ke.4771 kitab tafsirul qur,Darul fikr 1994/1414
[14] Syah Utsaimin dalam "syarh Atssalasatu Al-Ushul li Syah at-tamimi"hal.40cetakan darul ibnu jauziyah
[15] QS Al' 'Araf :191-192
[16] QS.Fathir :13-14
[17] QS.Ali Imran:128
[18] QS.Asy Su'ara':214

0 comments:
Post a Comment