حادي الأرواح إلى بلاد
الأ فراح
تأ ليف
إبن قيّم الجوزية
EKSISTENSI SURGA
Para Sahabat Tabi'in dan Tabi'ut Tabi'in, ahlu Sunnah dan ahlu hadist seluruhnya termasuk para fuqaha', pengikut tasawuf meyakini eksistensi surga dan mengesahkannya berdasarkan nash-nash Al-Qur'an, Sunnah dan kabar dari para Rasul. Adapun kelompok Qadariyah dan Mu'tazilah mengingkari keberadaan surga dan neraka untuk saat sekarang. Mereka berpendapat bahwa surga baru diciptakan Allah Ta'ala pada hari kiamat kelak. Kemudian sekte Jahmiyah mengikuti kedua kelompok ini dengan menafikan sifat-sifat Allah ta'ala. Kata mereka : : "Penciptaan surga sebelum hari pembalasan tidak ada manfa'atnya karena dengan demikian surga berarti kosong tidak berpenghuni dalam jangka waktu yang sangat lama."
Oleh karena itu, para salafus shaleh menegaskan dalam aqidahnya bahwa surga dan neraka telah diciptakan dan sekarang keduanya sudah ada. Ini adalah pendapat Ahlu Hadist dan Ahlu Sunnah dan tidak ada perbedaan pendapat di kalangan mereka.
Dan Nabi sendiri telah melihat Sidratul Muntaha dan melihat di dekatnya terdapat surga. Sebagaimana disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim hadist dari Anas dalam kisah tenang Isra' dan Mi'raj pada akhir hadist dijelaskan,
ثمّ نطلق جبريل حتّى انتهى إلى سدرة المنتهى فغشيها ألوان لاأدري ما هي ؟ قال : ثمّ دخلت الجنّة فإذا فيها جنابذ اللؤلؤ وإذا ترابها المسك
"Jibril berjalan terus hingga tiba di Sidratil Muntaha dan ternyata Sidratil Muntaha ditutup dengan warna yang tidak aku ketahui? kata Rasulullah Saw lebih lanjut,"Kemudian aku masuk ke dalam surga dan ternyata di dalamnya terdapat kubah dari mutiara dan tanahya beraroma kasturi." (HR. Bukhari dan Muslim)
SURGA BANI ADAM
· Surga Bani Adam adalah surga abadi yang akan di masuki kaum muslimin kelak.
· Surga khusus Nabi Adam beserta istrinya sebagai tempat ujian dan bukan surga abadi.
Orang-orang yang menganut pendapat kedua ini berbeda pendapat menjadi dua:
- Ia berada di langit, karena nabi Adam dan istrinya diturunkan darinya. Ini pendapat Hasan Basri.
- Ia berada di bumi karena Nabi Adam dan istrinya diuji di dalamnya dengan dilarang memakan buah khuldi.
Ibnu Khatib dalam tafsirnya menyebutkan beberapa pendapat pada ayat diatas:
· Pendapat Abu Qasim Al-Balhki dan Abu Muslim Al-Isfahani yang mengatakan bahwa surga tersebut terletak di bumi.
· Pendapat Al-Juba'i, surga tersebut berada di langit ke tujuh.
· Mayoritas sahabat-sahabat kami mengatakan berada di negeri pembalasan.
· Tawakuf.
PENDAPAT PERTAMA : SURGA ADAM ADALAH SURGA ABADI
Mereka berdalil dengan dialog antara nabi Adam dengan Nabi Musa serta komentar Nabi Musa : "Engkau keluarkan kami dan dirimu sendiri dari surga (HR. Bukhari, Muslim, Tirmiszi, Abu Daud, Ibnu Majah ,Ahmad dan Malik). Dan ucapan Nabi Adam 'alihissalam kepada kaum mukminin : "Tidak ada yang menyebabkan kalian dikeluarakan dari surga selain karena kesalahan bapak kalian."
Dan dalam hadist dari Abu Malik dari Abu Hazm dari Abu Hurairah dan abu Malik dari Ri'bi dari Hudaifah bin Yaman, bahwa hadist tersebut membuktikan bahwa surga di mana Adam 'alaihissalam dikeluarkan dari padanya, dan surga yang diminta kaum mukminin kepada Adam 'alaihissalam agar dibuka untuk mereka.
PENDAPAT KEDUA : SURGA NABI ADAM BERADA DI BUMI
Mereka mengemukakan beberapa alasan :
· Bahwa Allah Ta'ala mengabarkan melalui rasul-Nya bahwa surga abadi hanya bisa dimasuki pada hari kiamat kelak dan sekarang belum tiba saatnya untuk memasukinya.
· Allah Ta'ala menyifati surga dengan Darul Maqamah (Negeri kekal) dan Daarus Salamah (keselamatan), dan bukan negeri ujian dan musibah. Sementara Adam tidak kekal dan mengalami ujian yang berat.
· Bahwa di surga tidak ada kata-kata jorok dan perbuatan dosa, sementara Adam mendengar kata-kata jorok dan perbutan iblis.
· Jika Adam mendiami surga abadi yang notabene negeri suci yang hanya boleh didiami makhluk yang nyata suci, maka kenapa iblis yang kotor dan najis, tercela dan terusir dapat nylonong ke dalamnya dan menggoda Adam.
BANTAHAN KELOMPOK KEDUA KEPADA KELOMPOK PERTAMA
Hujjah kelompok pertama dengan Firman Allah Ta'ala " Dan Kami berfirman, Turunlah kalian semua,' setelah mereka dikeluarkan dari surga. Maka sesungguhnya kata "turunlah" pada ayat di atas bukan berarti turun dari langit ke bumi. Pada prinsipnya kata tersebut menunjukkan arti turun dari tempat yang tinggi ke tempat yang leih rendah. Arti kata terakhir sah-sah saja karena surga terletak di bumi yang paling tinggi kemudian turun dari padanya menuju bumi yang paling rendah.
BANTAHAN KELOMPOK YANG MENGATAKAN SURGA NABI ADAM ABADI KEPADA FIRQOH LAINNYA
· Kelompok yang mengatakan surga abadi hanya bisa dimasuki pada hari kiamat, maka ini benar jika yang dimaksudkan adalah masuk secara mutlak (selama-lamanya). Adapun jika masuk sebentar, maka bisa jadi terjadi sebelum hari kiamat.
· Adapun hujjah kalian dengan tidurnya Adam 'alaihissalam di dalamnya padahal penghuninya tidak tidur, maka sesungguhnya tidur tersebut tidak akan terjadi pada penghuninya ketika mereka memasuki surga abadi (kekal), sebab ketika itu mereka tidak mati di dalamnya dan sebelumnya tidak terajdi.
PENDAPAT YANG MENGATAKAN SURGA BELUM DICIPTAKAN
- Mereka berkata bahwa kalau surga telah diciptakan sekarang, maka ia ikut hancur pada hari kiamat dan semua yang ada disisi-Nya, dan mati karena firman Allah Ta'ala QS Al-Qashas : 88.
@ä. >äóÓx« î7Ï9$yd wÎ) ¼çmygô_ur 4 ã&s! â/õ3çtø:$# Ïmøs9Î)ur tbqãèy_öè? ÇÑÑÈ
Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
Selain itu, bidadari yang ada di dalamnya ikut mati begitu juga lelaki tampan surga.
- Seandainya surga telah diciptakan, maka ia tidak berupa lembah. Dan tanaman di dalamnya tidak ada gunanya. Padahal Allah Ta'ala telah menceritakan tentang istri Fir'aun yang berdo'a, "Rabbku, bangunlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah di surga."
JAWABAN KEPADA FIRQAH YANG BERPENDAPAT SURGA BELUM DICIPTAKAN
- Pendapat bahwa surga belum dicptakan adalah pendapat yang bertentangan dengan hadist shahih dan tidak pernah diucapkan oleh salah serorangpun dari generasi sahabat dan Ahlu Hadist.
- Surga sekarang telah ada dan bahwa dzikir kepada Allah Ta'ala membuat Ia menanam tanaman baginya di atas surga. Begitu juga pembangunan rumah di dalamnya dengan amal shalih. Semakin bnayak amal shalih seorang hamba, maka surganya diperluas baginya.
- Adapun hujjah dengan Qs Al-Qashash : 88. maka ini adalah penafsiran yang tidak sesuai dengan salaf dan para imam. Imam Ahmad berkata tentang riwayat anaknya Abdullah, "Adapun langit dan bumi, maka keduanya pasti hancur karena penghuninya masuk ke dalam surga atau neraka. Sedang Arsy tidak hancur dan tidak musnah karena ia adalah atap surga dan Allah Ta'ala berada di atas Arsy.
- Surga dan neraka keduanya diciptakan untuk kekal, bukannya hancur dan musnah. Maka orang yang tidak berpendapat dengan ini maka ia adalah ahli bid'ah dan sesat.
- Orang yang menyangka keduanya belum diciptakan, maka ia mendustakan Rasulullah saw, Al-Qur'an dan ingkar kepada keduanya. Ia diberi waktu untuk taubat. Kalau tidak, maka ia dibunuh.
PINTU-PINTU SURGA
Tentang surga Allah Ta'ala berfirman dalam QS Az-Zumar : 73.
t,Åur úïÏ%©!$# (#öqs)¨?$# öNåk®5u n<Î) Ïp¨Zyfø9$# #·tBã ( #Ó¨Lym #sÎ) $ydrâä!%y` ôMysÏGèùur $ygç/ºuqö/r& tA$s%ur óOçlm; $pkçJtRtyz íN»n=y öNà6øn=tæ óOçFö7ÏÛ $ydqè=äz÷$$sù tûïÏ$Î#»yz ÇÐÌÈ
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan, dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka, berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya : "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya".
Dan tentang neraka, QS AZ-Zumar : 71.
#Ó¨Lym #sÎ) $ydrâä!%y` ôMysÏGèù $ygç/ºuqö/r&
"Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya "
Wawu pada ayat 73, sebagian ulama' menyatkan bahwa wawu ini adalah wawu delapan yang masuk ke dalam pintu surga karena pintu surga berjumlah delapan. Sedangkan neraka cuma tujuh. Jadi ia tidak dimasuki wawu lagi. Tapi penafsiran ini lemah dan tidak didukung dengan dalil yang kuat. Ia hanya interprentasi sebagian ulama khalaf.
Wawu tersebut adalah wawu tambahan dan jawaban dari wawu tersebut adalah kata kerja sesudahnya seperti ayat yang kedua.
Abu Fatih bin Junni berkata, "
Dalam shahih Bukhari dan Muslim, disebutkan hadist dari Abu Hazm dari Sahl bin Sa'ad bahwa Rasulullah saw bersabda,
في الجنّة ثمانية أبواب, باب منها يسمّى الريّان, لايدخلها إلاّ الصائمون
" Di surga terdapat delapan pintu.
LUAS PINTU SURGA
- Disebutkan dalam hadist dari Abu Hurairah yang diriwayatkan Bukhari, Ahmad, dan Aub Uwanah, Rasulullah bersabda : "Demi Muhammad yang jiwanya di tangan-Nya, jarak antara dua daun pintu surga adalah seperti Makkah dan Hajar atau Hajar dan Makkah." Dan dikatakan Utbah bin Ghazwan, : "Sungguh telah diberitakan kepada kita bahwa jarak antara dua pintu surga satu dengan lainnya sejauh perjalanan empat puluh tahun dan pasti datang kepadanya suatu hari di mana ia dalam keadaan sesak penuh.
- Dalam hadist Nabi,
ما بين مصراعين من مصا رع الجنّة مسيرة سبع سنين.
"Jarak dua daun pintu surga diantara keduanya adalah tujuh puluh tahun"
- Rasulullah bersabda," Pintu yang dimasuki oleh penghuni surga jaraknya adalah sejauh perjalanan pengembara dunia yang ahli tiga kali lipat. Kemudian penghuni surga memenuhinya hingga pundak mereka nyaris retak." (Diriwayatakan Abu Nu'aim).
CIRI-CIRI PINTU SURGA
- Disebutkan dari Khalid dari Qatadah, "Pintu-pintu surga, bagian luarnya bisa dilihat dari dalam dan bagian dalamnya bisa dilihat dari luar. Ia bisa berbicara dan anda bisa berbicara denganya. Ia paham apa saja yang diucapkan kepadanya, bukalah dan tutuplah."
- Bahwa rantai pintu surga berupa benda nyata yang bisa digerak-gerakkan. Suhail meriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi, beliau bersabda, "Aku memegang rantai pintu surga dan diberi izin untuknya.( Diriwayatkan Abu Nu'aim).
JARAK ANTARA PINTU SURGA
Laqith bin Amir bertanya kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, apakah surga dan neraka itu? Rasulullah menjawab," Demi Tuhanmu, neraka itu mempunyai tujuh pintu. Diantara ketujuh pintu tersebut, ada dua pintu yang mengembara dunia dan menempuh keduanya dalam jangka waktu tujuh puluh tahun. Surga mempunyai delapan pintu. Diantara kedelapan itu, ada dua di mana pengembara menempuhnya dalam jangka tujuh puluh tahun.( Diriyatkan Tahbrani, Abdullah bin Ahmad dalam Al-Musnad dan Hakim)
Hadist tesebut dengan tegas menyatkan bahwa jarak tersebut adalah jarak antara pintu surga.
DIMANA SURGA ITU?
- QS Adz-Dzariyat : 22
Îûur Ïä!$uK¡¡9$# ö/ä3è%øÍ $tBur tbrßtãqè? ÇËËÈ
"Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu"
Rezeki maksudnya : hujan yang dapat menyuburkan tanaman. Yang dimaksud dengan apa yang dijanjikan kepadamu ialah takdir Allah terhadap tiap-tiap manusia yang telah ditulis di Lauhul Mahfudz.
Ibnu Abu Najih berkata dari Mujahid bahwa yang dimaksud dengan yang dijanjikan ialah surga.
- Abdullah bin Salam berkata, " Bahwa makhluk yang paling mulia adalah Abu Qasim SAW dan bahwa surga berada di langit."
- Mujahid berkata, aku pernah bertanya keapda Ibnu Abbas, " Dimana letak surga? Ia menjawab, "Ia terletak di atas tujuh langit dan neraka berada di bawah lapisan laut yang ke tujuh. [1]
- Dalam shahih Bukhari dan Muslim ada hadist yang menunujukkan bahwa surga berada di puncak ketinggian. Rasulullah bersabda, " Surga itu terdiri dari seratus tingkat dan antara dua tingkat seperti langit dan bumi."
KUNCI SURGA
- Muadz bin Jabal berkata bahwa Rasulullah bersabda,"
مفتاح الجنّة شهادة أن لاّ إله إلاّ الله عزّ و جلّ
"Pintu surga adalah kesaksian Laa Ilaaha illallah."
- Dan hadits dari Aban dari Anas bin Malik berkata bahwa orang Arab Badui bertanya, wahai Rasulullah, apa kunci surga itu? Beliau menjawab, yaitu Laa ilaaha illallah.
- Mu'adz bin Jabal berakta bahwa Rasulullah Saw bersabda, Maukah aku tunjukkan salah satu kunci surga? Aku menjawab "Ya, mau! Beliau bersabda "Ucapan laa haula wa laa quwwata illaa billaah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah Ta'ala).
Allah Ta'ala membuat kunci bagi setiap permohonan. Ia menjadikan bersuci sebagai kunci shalat. Kunci haji adalah ihram. Kunci segala kebaikan adalah kejujuran. Kunci surga ialah tauhid. Kunci kemenagan adalah sabar dll. Dan kunci neraka ialah syirik, takabur, berpaling dari ajaran Allah Ta'ala.
TANDA TANGAN DAN PENGUMUMAN BAGI PENGHUNI SURGA KETIKA MENINGALKAN DUNIA DAN MASUK SURGA
- Qs Al-Muthaffifin : 18-21,
Hxx. ¨bÎ) |=»tGÏ. Í#tö/F{$# Å"s9 úüÍhÏk=Ïæ ÇÊÑÈ !$tBur y71u÷r& $tB tbqÏk=Ïã ÇÊÒÈ Ò=»tGÏ. ×Pqè%ó£D ÇËÉÈ çnßpkô¶t tbqç/§s)çRùQ$# ÇËÊÈ
Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam 'Illiyyin. Tahukah kamu apakah 'Illiyyin itu?. (yaitu) Kitab yang bertulis, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah).
'Illiyyin : nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang berbakti.
- Allah Ta'ala mengkhususkan kitab orang – orang yang baik dengan ditulis dan ditanda tangani dengan disaksikan oleh para Malaikat, para Nabi dan orang-orang beriman. Dan ini merupakan bukti pengakuan Allah Ta'ala dengan tanda tangannya atas keutamaan mereka terhadap orang-orang jahat dihadapan orang-orang yang dekat dengan Allah Ta'ala. Ini adalah tandatangan pertama yang disebutkan oleh Imam Ahmad dalam musnad-nya, Ibnu Hibban dan Abu Uwanah Al-Asfaririyini dalam shaihnya masing-masing yang menceritkaan tentang ruh yang baik akan dibawa ke atas langit dan disambut seluruh makhluk yang ada di langit dan mereka mendekatkan ruh tersebut ke langit berikutnya hingga mereka tiba yang ada Allah Ta'ala. Ini merupakan tanda tangan pertama.
- Adapun tanda tangan dan pengumuman kedua disebutkan dalam hadist, Rasulullah bersabda:
لايدخل الجينّة أحد بجواز بسم الله الرحمن الر حيم, هذا كتاب من الله لفلان ابن فلان, أدخلوه جنّة عالية قطوفها دانية.
"Seseorang tidak masuk surga kecuali dengan tiket basmalah. Ini adalah kitab dari Allah Ta'ala untuk Fulan bin Fulan. Masukkan ia ke surga yang paling tinggi yang buah-buahnya dekat dengannya. ( HR. Thabrani).
Saya katakan bahwa orang beriman pada hari peniupan ruh, ia ditulis sebagai penghuni surga. Pada hari kematiannya, ia ditulis berada dalam istanana surga. Terakhir pengumuman ini diberiakan pada hari kiamat.
JALAN MENUJU SURGA HANYA SATU
¨br&ur #x»yd ÏÛºuÅÀ $VJÉ)tGó¡ãB çnqãèÎ7¨?$$sù ( wur (#qãèÎ7Fs? @ç6¡9$# s-§xÿtGsù öNä3Î/ `tã ¾Ï&Î#Î7y 4 öNä3Ï9ºs Nä38¢¹ur ¾ÏmÎ/ öNà6¯=yès9 tbqà)Gs? ÇÊÎÌÈ
"Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa".
Dalam ayat ini Allah Ta'ala membuat jalan ke surga dalam bentuk mufrad (tunggal) dan membuat jalan ke neraka dalam bentuk jamak (plural) dalam Al-Qur'an. Dan sahabat Ibnu Mas'ud berkata, : "Pada suatu hari Rasulullah Saw membuat garis. Sabda beliau, ini adalah jalan Allah Ta'ala.' Kemudian membuat banyak garis di sebelah kanan kirinya. Sabdanya, 'Garis-garis ini adalah jalan jalan dan di atas setiap jalan terdapat syetan yang mengajak kepada jalan tersebut. Kemudian beliau membaca ayat,' Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanku yang lurus, maka ikutialh ia; Dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan tersebut menceriaberaikan kalian dari jalan-Nya. (HR. Ahmad dan Hakim).
TINGKATAN SURGA
- Dalil dari Al-Qur'an.
لاَّ يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُوْلِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فَضَّلَ اللّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً وَكُـلاًّ وَعَدَ اللّهُ الْحُسْنَى وَفَضَّلَ اللّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْراً عَظِيماً # دَرَجَاتٍ مِّنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً وَكَانَ اللّهُ غَفُوراً رَّحِيماً ( النساء : 95-96)
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk[2] satu derajat. kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk[3] dengan pahala yang besar,
(yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ibnu Jarir menyebutkan mengenai ayat tersebut,
وَفَضَّلَ اللّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْراً عَظِيماً # دَرَجَاتٍ مِّنْهُ
"Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya.
Ia mengatakan,"Tingkatan yang dimaksud pada ayat di atas adalah tujuh puluh tingkatan dan jarak antara satu tingkatan dengan tingkatan yang lain adalah sejauh lari kuda balap selama tujuh puluh tahun,"
Dhahak berkata, mengenai ayat, "Bagi mereka pahala yang banyak dari Rabb mereka", sebagian diantara mereka lebih mulia daripada sebagian yang lain. Orang yang diberi kelebihan bisa melihat kelebihnnya dan orang yang berada di bawahnya tidak melihat ada orang yang lebih mulia daripada dirinya.
- Dalam musnad disebutkan hadist dari Abu Sa'id al-Khudri dari Nabi Muhammad Saw bersabda,
إنّ في الجنّة مائة درجة, ولوأنّ العالمين اجتمعوا في إحداهنّ وسعتهم
"Sesunguhnya di dalam surga terdapat seratus tingkatan, jika seluruh alam semesta berkumpul di salah satu tingkatan tersebut, maka satu tingkatan tersebut cukup untuk menampung mereka. ( HR. Ahmad dan Tirmidzi. Tirmidzi berkta ini hadits gharib).
Hadist ini secara tegas menyatkan bahwa surga memilki 100 tingkatan.
TINGKATAN SURGA YANG PALING TINGGI
- Dalam musnad disebutkan hadist dari Imarah bin Ghaziyah dari Musa bin Wardan dari Abu Sa'id Al-Khudri yang berkata bahwa Rasulullah bersabda,
الوسيلة درجة عند الله عزّ و جلّ ليس فوقها درجة, فسألوا الله عزّ و جلّ لي الوسيلة.
"Al-Wasilah adalah tingkatan di sisi Allah Ta'ala dan tidak ada tingkatan lagi diatasnya. Maka mintalah kepada Allah agar wasilah tersebut menjadi milikku." (Ahmad).
Hadist tersebut juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya, Rasulullah Saw bersabda,: " Al-Wasilah adalah tingkatan dalam surga dan di dalamnya tidak ada tingkatan yang lebih tinggi daripadanya. Maka mintalah kepada Allah Ta'ala agar Ia memberikannya kepadaku di hadapan seluruh makhluk."
- Tingkatan Nabi Muhammad Saw dinamakan Al-Wasilah karena ia adalah tingkatan yang paling dekat dengan Arsy Ar-Rahman dan ia merupakan tingkatan yang paling dekat dengan Allah Ta'ala.
- Arti al-wasilah ialah pertalian. Oleh karena itu, ia adalah surga yang paling mulia dan utama serta paling besar cahayanya.
JUAL BELI ANTARA ALLAH TA'ALA DAN HAMBA-HAMBANYA
إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْداً عَلَيْهِ حَقّاً فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللّهِ فَاسْتَبْشِرُواْ بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ } التوبة : 111
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."
Disini Allah Ta'ala menjadikan surga sebagai imbalan jiwa dan harta orang beriman. Jika mereka mengorbankan keduanya, maka mereka berhak atas imbalan tersebut. Allah Ta'ala mengikat perjanjian dengan mereka dengna banyak penguat:
- Allah Ta'ala mengabarkan perjanjian ini dengan diperkuat huruf inna (sesunguhnya).
- Telah ditandatangani dan ditetapkan dengan mengunakan kata kerja lampau.
- Allah Ta'ala sendiri yang menjadi pembeli.
- Allah Tidak akan mengingkar ijanji-Nya.
- Menggunakan kata 'ala yang berarti ini merupakan hak atas diri-Nya.
- Bahwa itu semua adalah janji dari-Nya.
- Termaktub dalam kitab samawi (Taurat, Injil dan Al-Qur'an).
- Diberitakan kepada hamba-Nya dalam bentuk kata tanya yang berarti penolakan dan tidak ada yang benar-benar menepati janji daripada Allah Ta'ala.
- Diperintahkan untuk mengabarkan kabar gembira ini kepada yang lain. (yaitu orang yang telah menandatangani perjanjian tersebut).
- Jual beli yang menguntungkan.
PERMINTAAN AHLI SURGA KEPADA TUHAN MEREKA DAN SEBALIKNYA
رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِياً يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ * رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِياً يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ{آل عمران : 193-194}
Ya Tuhan kami, Sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", Maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.
Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan Rasul-rasul Engkau. dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji."
Makna ayat tersebut ialah berikan kepada kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami lewat perantaraan Rasul-rasul-Mu yaitu masuk surga. Dengan membenarkan para Rasul dan menaati mereka.
Adapun firman Allah Qs Al-Anbiya' : 112.
رَبِّ احْكُم بِالْحَقِّ وَرَبُّنَا الرَّحْمَنُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ
(Muhammad) berkata: "Ya Tuhanku, berilah Keputusan dengan adil[4] dan Tuhan kami ialah Tuhan yang Maha Pemurah lagi yang dimohonkan pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan".
Maka itu adalah permohonan kepada Allah Ta'ala agar Allah Ta'ala memberikan kepada mereka terhadap musuh-musuh mereka kemudian Allah memberikan keputusan kepada mereka dengan diberikan kemenangan.
Dan dalam hadist disebutkan, "Setiap hari , surga dan neraka meminta. Surga berkata, 'Ya Tuhanku, buah-buahan telah ranum, sungai-sugaiku telah mengalir dan aku telah rindu kepada waliku, maka antarkan mereka ke tempatku. (al-hadist). Jadi surga sendiri memita penghuninya dan mereka kepadanya. Begitu juga neraka. Sungguh Rasulullah Saw menyuruh kita agar selalu ingat kepada keduanya dan tidak melupakan keduanya sedetikpun.
NAMA-NAMA SURGA
1. Al-Jannah (surga). Dari kata as-sitru dan at-taghiyatu (tertutup). Disebut jannah karena banyak pepohonan dan banyak jenisnya jenisnya.
2. Daarus Salam (negeri penuh keselamatan).
QS Al-An'am : 127.
لهُمْ دَارُ السَّلاَمِ عِندَ رَبِّهِمْ وَهُوَ وَلِيُّهُمْ بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Bagi mereka (disediakan) Darussalam pada sisi Tuhannya dan dialah pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan.
Karena ia adalah negeri keselamatan dari musibah, penyakit, hal-hal yang tidak menyenagkan.
3. Daarul Khuldi (negeri abadi)
4. Daarul Muqamah (tempat kediaman).
5. Jannatul Ma'wa. (surga tempat tinggal)
6. 'Adn.
7. Daarul Hayawan (negeri yang sebenarnya)
8. Firdaus
9. Jannatun Na'im (surga kenikmatan)
10. Al-Maqam AL-Amin ( Tempat yang aman)
11. Maqd sidq (tempat yang disenangi) dan Qadam Sidq (pijakan yang senang)
JUMLAH SURGA
Firman Allah Ta'ala Qs Ar-Rahman : 46,
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ
"Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga"[5]
Dan firman-Nya QS Ar-Rahman : 62
وَمِن دُونِهِمَا جَنَّتَانِ
"Dan selain dari dua syurga itu ada dua syurga lagi" [6]
Jadi total surga pada kedua ayat di atas ada empat. Ulama' berbeda pendapat dalam menafsiri Qs Ar-Rahman : 62 apakah dua surga yang dimaksud berada di atas dua surga yang disebutkan sebelumnya atau di bawahnya?. Kemudian pendapat yang benar ialah bahwa dua surga yang petama lebih baik dari surga yang kedua karena dua pertimbangan.
- QS Ar-Rahman : 48,
ذَوَاتَا أَفْنَانٍ
Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. Afnanun jamak dari fannun maknanya ialah jenis. Artinya bahwa kedua surga tersebut banyak didapati pepohonan dan buahh-buahan dll dan itu tidak disebutkan pada pohon tin sesudahnya.
- QS Ar-Rahman : 50, bahwa di kedua surga tersebut terdapat dua mata air yang mengalir.
- QS Ar-Rahman : 56, bahwa di kedua surga tersebut terdapat berbagai macam buah buahan berupa kurma dan delima.
- QS Ar-Rahman : 54, penghuninya bertelekan permadani yang dalamnya terbuat dari sutra.
- Qs Ar-Rahman : 56, " Di dalam surga itu ada bidadari yang menundukkan pandanganya." Dan pada ayat ke 72 disebutkan bidadari yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.
- Bahwa Allah Ta'ala mengibaratkan bidadari seperti mutiara yakut dan bau mutiara marjan karena putih dan mulus kulitnya mereka dan kecerahan mereka dan kecantikan mereka. Dan perumpamaan ini tidak disebutkan pada bidadari surga yang sesudahnya.
- Surga tersebut dijadikan balasan bagi orang yang takut kepada Allah Ta'ala dan ini menunjukkan bahwa kedua surga tersebut adalah balasan yang paling tinggi bagi orang yang takut kepada-Nya.
- Qs Ar-Rahman : 62.
PENCIPTAAN BEBERAPA SURGA OLEH ALLAH TA'ALA
Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah Saw bersabda,
إنّ الله بنى الفردوس بيده و حظّرها على كلّ مشرك وكلّ مدمن خمر متكبّر
"Sesungguhnya Allah Ta'ala membangun surga Firdaus dengan tangan-Nya sendiri dan mengharamkannya bagi orang musyrik, pecandu minuman keras dan orang yang sombong." (HR. Baihaqi, Dailami, dan Ibnu Asakir)
Dan dari Syamr bin Thiyah yang berkata, " Allah Ta'ala menciptakan surga Firdaus dengan tangan-Nya sendiri kemudian membukanya sebanyak
PENJAGA PINTU SURGA
وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَراً حَتَّى إِذَا جَاؤُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ (الزمر: 73)
"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya : "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya".
Yang dimaksud dengan Al khazanatu adalah yang dipercaya untuk menjaga sesuatu yang telah ditugaskan kepadanya.
Dan Muslim meriwayatkan dalam shahihnya hadits Sulaiman bin Mughirah dari Tsabit dari Anas yang berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,
'Pada Hari Kiamat, saya datang ke pintu surga kemudian aku minta agar pintu tersebut dibuka. Penjaganya berkata, 'Sbiapakah anda ? Saya menjawab, "Saya adalah Muhammad.' Penjaga surga berkata : betul. aku diperintah untuk tidak membukanya kepada selain engkau,".
ORANG YANG PERTAM KALI MENGETUK PINTU SURGA
- Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah Saw beliau bersabda,
أنا أوّل من يفتح الجنّة إلاّ أن ّ امرأة تبادرني, فأقول لها: ما لك ومن أنت؟ فتقول : أنا امرأة قعدت على يتامى
" Saya adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu surga namun aku didahului seorang wanita. Saya tanyakan kepadanya, kenapa anda mendahuluiku dan siapa anda? Wanita tersebut menjawab, 'Saya adalah seorang wanita yang melayani anak yatim."
Dalam Shahih Muslim dari Muhktar bin Qulqul dari Anas bin Malik yang berkata bahwa Rasulullah bersabda, "Saya adalah orang yang paling banyak pengikutnya pada Hari Kiamat dan saya adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu surga. (Muslim).
UMAT YANG PERTAMA KALI MASUK SURGA
- Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,
نحن الأخرون ونحن السابقون يوم القيامة بيد أنّ كلّ أمّة أوتيت الكتاب من قبلنا وأوتيناه من بعدهم
Kita umat terakhir namun paling awal pada Hari Kiamat, meskipun mereka diberi kitab sebelum kita dan kita diberi kitab sesudah mereka (HR. Bukhari,Muslim dan Darimi)
Dari Umar bin Khatab dari Rasulullah Saw bersabda, " Sesungguhnya surga diharamkan bagi para nabi hingga aku memasukinya dan ia diharamkan bagi umat-umat manusia hingga umatku memasukinya.
Umat Islam adalah umat yang terakhir namun paling awal mendapatkan keutamaan dan paling awal mendapatkan putusan, melewati shirath dan paling dahulu masuk surga. Adapun umat Nabi Muhammad Saw yang pertama kali masuk surga ialah Abu Bakar.
UMAT ISLAM YANG PERTAMA MASUK SURGA DAN CIRI-CIRINYA
- Dalam hadist yang diriwayatkan Abu Zara'ah dari Abu Hurairah yang berkata bahwa Rasulullah bersabda, " Rombongan yang pertama kali masuk surga wajahnya seperti rembuan pada saat purnama. Rombongan kedua wajah mereka seperti bintang-bintang yang berkilauan di langit,. Di dalamnya mereka tidak kencing, tidak buang besar, tidak mengeluarkan air ludah dan ingus. Sisir mereka terbuat dari emas dan perak. Keringat mereka seharum kasturi. Istri-istri mereka bermat jelita. Akhlak mereka seperti Akhlak satu orang. Dan postur tubuhnya seperti Nabi Adam Alaihissalam.." (Bukhari dan Muslim).
- Dan cirri-cirinya mereka selalu memuji Allah Ta'ala dalam keadaan susah dan senang.
- Adapun orang yang pertama kali masuk surga ialah :
a. Orang yang syahid.
b. Hamba sahaya yang tidak disibukkan dengan dunia dan taat kepada Rabb-Nya.
c. Orang fakir yang tidak meminta-minta.
FAKIR MISKIN LEBIH DULU MASUK SURGA
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,
يدخل فقراء المسلمين الجنّة قبل أغنيائهم بنصف يوم وهو خمسمائة عام.
Orang fakir kaum muslimin lebih dahulu masuk surga dari pada orang kaya dengan selisih waktu setengah hari dan ia adalah
Dari Jabir bin Abdullah dari Rasulullah Saw bersabda, "Orang fakir umatku masuk surga sebelum orang-orang kaya dengan selisih waktu empat puluh tahun." (Tirmidzi).
Yang benar bahwa orang fakir mendahului orang kaya dengan selisih waktu empat puluh tahun.
Kelebihan di sini ada dua macam; kelebihan duluan masuk surga dan kelebihan ketinggian derajat di surga.
TIPE-TIPE PENGHUNI SURGA
- Dalam QS Ali-Imran : 133-136. Allah ta'ala menyebutkan beberapa ciri mereka
a. Selalu berinfak dalam keadaan lapang dan dalam keadaan sempit rizkinya.
b. Memberi ma'af kepada orang tidak suka kepadanya.
c. Jika melakukan dosa mereka bersegera istigfar dan taubat.
- Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw menyuruh Bilal memberitahukan kepada manusia,
لايدخل الجنّة إلاّ نفس مؤمنة
"Bahwa tidak masuk surga kecuali jiwa orang Islam.( Bukhari, Muslim, dan Ahmad).
- Dan hadist dari Haritasah bin Wahab bahwa Rasulullah menyebutkan ciri penghuni surga yaitu orang yang lemah dan merendahkan diri (tawadhu').
UMAT NABI MUHAMMAD PENGHUNI SURGA TERBANYAK
Buraidhah bin al-Hasib berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,
أهل الجنّة عشرون و ما ئة صّف, هذه الأ مةّ منها ثمانون صفاّ
"Penghuni surga adalah seratus dua puluh shaf dan bagi umat ini sebanyak delapan puluh shaf dari 120 shaf. ( Imam Ahmad, Thabrani, Ibnu Abbas dan Tirmidzi).
Rasulullah bersabda mengenai Qs Al-Waqi'ah, "Kaliaan adalah seperempat penghuni surga. Kalian adalah setengah penghuni surga. Kalian adalah dua pertiga penghuni surga.
KAUM WANITA PENGHUNI TERBANYAK SURGA DAN NERAKA
- Tentang banyaknya wanita penghuni terbanyak ialah hadist Abu Hurairah Rasulullah Saw bersabda, "Setiap orang dari penghuni surga mempunyai dua istri dari bidadari yang bermata jelita yang masing-masing memiliki tujuh puluh baju dan ia bisa melihat sumsum betisnya dari balik bajunya (Imam Ahmad dengna sanad yang Sahih).
- Kemudian dalam riwayat lain yang menunjukan penhuni surga paling sedikit kaum wanita yaitu, "Sesungguhnya penghuni surga yang paling sedikit adalah kaum wanita. (Imam Ahmad) .Konon dikatakan bahwa hadist ini menunjukkan bahwa wanita-wanita surga lebih banyak ketimbang wanita-wanita asli dunia, karena wanita surga diciptakan di surga dan penghuni nereka yang paling banyak adalah kaum wanita.
- Adapun hadist yang menunjukkan bahwa penghuni neraka terbanyak adalah wanita yaitu hadist Imran bin Hushain yang berkata bahwa Rasulullah besabda, " Aku melonggok ke neraka dan kulihat di dalamnya sebagian besar penhuninya adalah wanita. Saya juga menoleh ke surga dan kulihat bahwa sebagian besar penghuninya adalah orang-orang fakir. (Bukhari dan Tirmidzi).
- Penggalan hadist Rasulullah yang bersabda kepada sahabatnya, " Kemudian laki-laki dari mereka masuk surga dengan tujuh puluh dua istri yang diciptakan Allah Ta'ala dan dua istri dari anak Adam. Kedua istrinya dari dunia mempunyai kelebihan dari mereka yang diciptakan Allah (bidadari) kaena ibadah keduanya kepada Allah ketika di dunia."
- Dan kaum wanita tidak masuk surga kecuali seperti burung gagak diantara burung kumpulan burung gagak. Ini menunjukkan bahwa orang wanita yang masuk surga sangant sedikit. Dan Aisyah di kalangan wanita seperti burung gagak a'sham diantara kumpulan burung gagak.
ORANG YANG PETAMA MASUK SURGA TANPA HISAB BESERTA CIRINYA
Dalam hadist Ukasyah di sebutkan ciri orang-orang yang masuk surga tanpa hisab :
a. Bertauhid.
b. Tidak meminta di ruqyah.
c. Tidak melakukan tathoyur.
d. Bertawakal hanya kepada Allah Ta'ala.
ORANG YANG DISELAMATKAN ALLAH TA'ALA UNTUK MASUK SURGA
- Abu Umamah berkata bahwa saya mendengar Rasulullah bersabda, " Rabbku telah berjanji kepadaku memasukkan ke dalam surga sebanyak tujuh puluh ribu orang tanpa hisab. Setiap seribu orang dari mereka membawa tujuh puluh ribu orang yang tidak dihisab dan tidak di siksa. Dan tiga cidukan dari Allah Ta'ala. ( Imam Ahmad. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
- Dan sesungguhnya tujuh puluh ribu orang yang pertama diperintahkan Allah untuk memberikan syafa'at kepada bapak-bapak mereka, anak-anak mereka dan keluarga mereka.
TANAH DAN LUMPUR SURGA
- Disebutkan bahwa tanah surga adalah za'faran.
- Abu Hurairah yang berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, " Surga, batu batanya dari emas dan perak. Tanahnya dari za'faran dan lumpurnya beraroma kasturi.
- Dari Ubay bin Ka'ab berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Pada malam Isra' saya bertanya kepada Jibril, 'Sesungguhnya manusia akan bertanya kepadaku tentang surga? Jibril berkata, 'Katakan kepada mereka bahwa surga adalah mutiara dan tanahnya adalah iqyan." Iqyan adalah emas murni, maka tanah dua surga semuanya adalah emas.
CAHAYA SURGA
- Ibnu Abbas yang dimarfu'kan kepada Rasulullah Saw, " Sesungguhnya Allah Ta'ala menciptakan surga berwarna putih. Dan sesungguhnya warna yang paling disukai Allah Ta'ala adalah warna putih. Maka hendaklah orang yang hidup mengenakanya dan hendaklah kalian mengkafani jenazah dengan kain putih.
- Dalam hadist yang panjang diriwayatkan Laqith bin Amir yang diriwayatkan Abdullah bin Ahmad dalam musnad ayahnya dari Nabi Muhammad Saw yang bersabda diantaranya, " Matahari dan bulan tidak kelihatan hingga mereka tidak bisa melihat satupun dari keduanya. Ia berkata,' Saa bertanya,' Wahai Rasulullah dengan apa kita melihat? Rasulullah Saw bersabda,' Seperti penglihatnmu saat ini ! dan itu pada saat terbitnya matahari dan pada saat itu ia diterngi oleh bumi dan berada di atas gunung."
MAHGLIGAI, ISTANA DAN WAKTU DI SURGA
- Qs Az-Zumar : 20
َكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِّن فَوْقِهَا غُرَفٌ مَّبْنِيَّةٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ الْمِيعَادَ
Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah Telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.
Ghuraf yang dimaksud adalah seperti tempat tinggi dan sebagiannya berada di atas sebagian yang lain hingga seakan-akan ia bisa dilihat dengan mata kepala. Maksudnya ialah mereka mendapatkan istana-istana yang tinggi dan diatasnya terdapat istana-istana lainnya yang lebih tinggi dari istana di bawahnya.
Tirmidzi meriwayatkan hadist dari Abdurrahman bin Ishaq dari Nu'man bin Sa'ad dari Ali yang berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,
"Sesungguhnya di dalam surga terdapat ghuraf (bangunan tinggi). Bagian luarnya bisa dilihat dari dalamnya dan bagian luarnya bisa dilihat dari luar." Orang badui berdiri dan berkata, 'Wahai Rasulullah, itu untuk siapa? Rasulullah bersabda, "Itu untuk orang yang baik ucapannya, memberikan makanan kepada orang lain, senantiasa mengerjakan puasa dan shalat malam pada saat orang terlelap.
PENGHUNINYA MENGETAHUI TEMPATNYA MESKIPUN BELUM PERNAH MELIHATNYA
- QS Muhammad : 4-6.
َإِذا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِ حَتَّى إِذَا أَثْخَنتُمُوهُمْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَ فَإِمَّا مَنّاً بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاء حَتَّى تَضَعَ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا ذَلِكَ وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَانتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَكِن لِّيَبْلُوَ بَعْضَكُم بِبَعْضٍ وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَلَن يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ{4} سَيَهْدِيهِمْ وَيُصْلِحُ بَالَهُمْ{5} وَيُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُم}
Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di
Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka,
Dan memasukkan mereka ke dalam jannah yang telah diperkenalkanNya kepada mereka.
Mujahid berkta : " Penghuni surga langsung mengetahui rumah-rumah dan huniannya masing-masing. Mereka tidak salah masuk ke dalamnya seolah-olah telah menempatinya sejak mereka diciptakan dan tidak butuh penunjuk jalan.”
Dan dalam sanad dari Abu Hurairah yang berkata, Rasulullah Saw bersabda, "
والّذي بعثني با لحق, ما أنتم في الدنيا بأ عرف بأحوالكم ومسا كنكم من أهل الجنّة بأزوا جهم و مساكنهم إذا دخلوا الجنّة .
Demi Dzat yang mengutusku dengan membawa kebenaran, kalian di dunia tidak lebih tahu dari kondisi rumah kalian daripada penghuni surga kepada istri-istrinya dan rumah-rumah mereka jika mereka telah memasukinya."
CARA MASUK SURGA DAN PENYAMBUTANNYA
- QS Az-Zumar : 73.
وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَراً حَتَّى إِذَا جَاؤُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya".
- QS Maryam : 85
يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَنِ وَفْداً
(Ingatlah) hari (ketika) kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat.
Ali berkata, " Saya berkata," Wahai Rasulullah perutusan itu tidak lain adalah kafilah?
Abu Nu'aim berkata bahwa berkata kepada kami Abu Salamah dari Dhahak yang berkata," Jika orang beriman masuk ke dalam surga, maka masuklah di depannya satu malaikat yang menggandengnya menyusuri jalan-jalan surga. Malaikat bertanya,' Apa yang anda lihat? Orang-orang tersebut menjawab,' Saya lihat banyak sekali istana dan kudapati semuanya bersikap ramah.' Malaikat berkata kepadanya,' Sesungguhnya ini semua untuk aku kumpulkan khusus untuk anda.' Ketika tiba di atas, maka ia disambut oleh para malaikat dari semua pintu dan dari setiap tempat.
Pasti masuk surga diantara umatku sebanyak tujuh puluh ribu atau tujuh ratus orang. Mereka bergandeng erat diantara mereka. Orang yang pertama tidak masuk surga hingga bersama-sama dengan orang yang paling terakhir. Wajah mereka seperti rembulan pada saat purnama." (Bukhari dan Muslim)
CIRI-CIRI FISIK PENGHUNI SURGA
Abu Hurairah berkata dari Rasulullah Saw bersabda (potongan hadist) diantaranya,
قال : قكلّ من يد خل الجنّة على صورة آ دم, طوله ستّون ذراعا, فلم يزل ينقص الخلق بعد ه حتّى الآن.
"Rasulullah Saw berkata," Maka setiap orang yang masuk surga wajahnya seperti Adam dan postur tubuhnya adalah enam puluh hasta. Setelah Adam, manusia mengecil hngga sekarang ini.
Dari Anas Ibnu Malik yang berkata bahwa Rasulullah saw bersabda," Penghuni surga dibangkitkan dengan wajah seperti Adam. Dalam usia tiga puluh tahun. Berambut pendek, belum berjenggot dan matanya bercelak. Mereka pergi menuju pohon di surga lalu mengambil pakaian dari pohon tersebut. Pakaian mereka tidak lusuh dan masa mudanya tidak akan habis.
Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda yang artinya, " Penghuni surga masuk ke dalamnya dengna ketinggian Adam; enam puluh hasta ukuran besar dengan wajah tampan setampan Nabi Yusuf, seusia Isa. Tiga puluh tahun, lidahnya sefasih Muhammad Saw, belum berjenggot dan berambut pendek.
Tinggi, lebar badan, dan usia penghuni surga semuanya sama yang berbeda hanya ketampanannya.
PENGHUNI SURGA YANG PALING TINGGI
Sesungguhnya penghuni surga yang paling rendah ialah orang-orang yang melihat tamn-tamannya, istri-istrinya, kenikmatannya, pembantu-pembantunya dan ranjang-ranjangnya sejauh seribu tahun. Dan penghuni surga yang paling mulia ialah orang yang melihat wajah Allah Ta'ala setiap pagi dan petang. Kemudian Rasulullah Saw membaca ayat, Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada saat itu berseri-seri. Kepada Rabb mereka melihat. (Al-Qiyamah : 22-23).
HIDANGAN BAGI PENGHUNI SURGA KETIKA MASUK SURGA
Rasulullah saw menyebutkan bahwa makanannya ialah seketul daging hati ikan paus dan makanan siang mereka sembelihan sapi jantan surga yang makanan sehari-harinya adalah rumput surga. Adapun minuman mereka ialah dari mata air yang bernama Salsabila.
ANGIN SURGA DAN JARAK TEMBUSNYA
Abu Bakrah berkata bahwa saya mendengar Rasulullah Saw bersabda,
ريح الجنّة يو جد من مسيرة ما ئة عام.
" Aroma surga bisa dicium dari jarak seratus tahun.”
Aroma surga itu ada dua macam;
a. Aroma yang bisa ditemui di surga yang dicium oleh para arwah dan tidak bisa dicium orang lain.
b. Aroma yang bisa diketahui dengan pancra indra seperti halnya aroma bunga dan lain sebagainya. Aroma jenis kedua bisa dijangkau seluruh penghuni surga di akhirat kelak baik jauh maupun dekat. Adapun aroma surga dunia, maka ia hanya bisa dicium hanya orang yang dikehendaki Allah Ta'ala seperti para nabi dan Rasul.
SERUAN DI SURGA
- QS Al-A'raaf : 43,
َنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الأَنْهَارُ وَقَالُواْ الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَـذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا أَنْ هَدَانَا اللّهُ لَقَدْ جَاءتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُواْ أَن تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang Telah menunjuki kami kepada (surga) ini. dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya Telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran." dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan."
Kemudian Nabi Muhammad Saw bersabda mengenai ayat tersebut,
نودوا أن صحّوا فلا تسقموا أبداً. وأخلدوا فلا تموتوا ابداً. وأنعموا فلا تبأ سوا أبداً.
"Merka dipanggil, ' Sehatlah kalian dan tidak sakit selama-lamanya. Kekallah dan tidak mati selama-lamanya. Bersenang-senaglah dan kalian tidak akan sengsara selama-lamanya.
Dan dari Abu Hurairah dari Nabi Muhammad Saw bersabda, "Penyeru memanggil," Sesungguhnya sekarang tibalah saatnya kalian sehat dan tidak menderita selama-lamanya. Sekaranglah saatnya kalian hidup (kekal) dan tiak aklan binasa. Sekaranglah saatnya kalian tetap muda dan tidak akan tua selama-lamanya. Sekaranglah tiba saatnya bagi kalian bersenang-senang selama-lamanya dan tidak akan sengsara selama-lamanya.
Dan Allah Ta'ala akan ridha kepada penghuni surga dan tidak akan murka selama-lamanya.
POHON, TAMAN DAN NAUNGAN DI SURGA
- QS Al-Waqi'ah : 27-33,
وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ{27} فِي سِدْرٍ مَّخْضُودٍ{28} وَطَلْحٍ مَّنضُودٍ{29} وَظِلٍّ مَّمْدُودٍ{30} وَمَاء مَّسْكُوبٍ{31} وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ{32} لَّا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ{33} }
Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.28. Berada di antara pohon bidara yang tak berduri,29. Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),
Dan naungan yang terbentang luas,31. Dan air yang tercurah,32. Dan buah-buahan yang banyak,33. Yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya.
Kata makhdud yang bermakna pohon yang terpotong sehingga bersih dari duri. Pendapat Ibnu Abbas, Mujahid, dan lainnya.
- Di dalam buah-buahan tersebut, terdapat tujuh puluh raqsa yang satu berbeda dengan yang lain.Sebagian orang berpendapat bahwa makhdud ialah pohon yang berisi buah-buahan.
- Kata Thalhu para ahli tafsir berpendapat bahwa itu pohon pisang. Ibnu Qutaibah berkata, "pohon tersebut penuh dengan buah-buahan dan dedaunan dari bawah hingga atasnya batngnya tidak menyempal.
- Sahl bin Sa'ad dari Rasulullah Saw bersabda, " Seseungguhnya di surga tee\rdapat satu pohon. Penunggang kuda berjalan di bawah naungganya selama seratus tahun. Namun tidak kuasa melewatinya.
- Kata ( وظل ممدود) , naungan yang terbentang luas, Ka'ab : "Kalau ada orang yang mengitari pohon tersebut dengan mengendarai hewan selama seratus tahun, maka tidak tuntas sampai ia tua.
- Abu Hurairah berkata dari Nabi Saw,
مافي الجنّة شجرة إلاّ سا قها من ذهب
"Tidak ada satu pohon di surga, kecuali batangnya dari emas." (HR Tirmidzi dan ini hadist Hasan)
- Rasulullah Saw ketika ditanya tentang Thuba, beliau bersabda : "Thuba adalah pohon di surga. Ukurannya sepanjnag perjalanan selama seribu tahun. Pakaian penghuni surga diproduksi dari kelopak bunganya." Dan dalam hadits lain disebutklan bahwa pohon Thuba berdiri di atas satu batang dan ranting -rantingnya membentang.
- Ibnu Abbas : "Batang kurma di surga adalah batu permata zamrud yang berwarna biru. Timba surga ialah emas yang berwarna merah. Pelepah kurma surga ialah baju surga. Buah-buahan surga seperti anggur. Rasanya lebih manis dari madu. Lebih putih dari susu. Lebih lembut dari mentega dan tidak ada bijinya.
BUAH-BUAHAN SURGA
- Menafsiri QS Al-Baqarah : 25. ucapan penghuni surga setiap diberikan buah-buahan, mereka mengatakan, 'Inilah yang pernah diberiakn kepada kami dahulu (di dunia).
a. Mujahid : "Buah-buahan surga yang mereka terima mirip dengan buah-buahan yang pernah mereka terima di dunia."
b. Ibnu Mas'ud dan sahabat yang lain : "bahwa buah-buahan di surga warnanya hampir sama namun beda rasanya."
- Diantara buah-bahan yang sisebutkan ialah kurma dan delima, ini menunjukkan kelebiahan dua buah jenis tersebut.
- Ibnu Abbas : "Buah- buahan di surga seperti anggur. Lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, lebih lembut dari tepung dan tidak ada bijinya."
- Dan dalam Hadist Laqith bin Shabrah yang diriwayatkan Abdullah bin Ahmad dalam musnadnya, " Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, apa yang bisa dilihat penghuni surga?" Jawab Rasulullah saw," Sungai dari madu yang telah disaring, sungai-sungai dari arak yang ttidak menimbulkan pusing kepala dan penyesalan, sungai dari susu yang tidak berubah rasanya, air yang tidak berubah rasa dan baunya, buah-buahan demi Allah yang telah mereka kenal sebelumnya dan buah-bauhan semisalnya yang lebih baik. Adapun Raihan, maka ia adalah tanaman yang amat harum aromanya."
TANAMAN SURGA
- Qs Az-Zukhruf : 71
يُطَافُ عَلَيْهِم بِصِحَافٍ مِّن ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ وَأَنتُمْ فِيهَا خَالِدُون}
Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya".
Dan disebutkan dalam hadist Abu Hurairah bahwa penduduk surga meminta izin kepada Allah Ta'ala untuk menanam tanaman dengan tangannya sendiri yang tumbuh sangat cepat. Hadist ini menunjukkan bahwa di surga terdapat tanaman dan bibitnya dari surga.
SUNGAI SURGA
- QS Al-BAqarah : 25,
َتجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ
" mengalir dari bawahnya sungai-sungai"
Ini juga disebutkan dalam QS At-Taubah : 100 dan Al-A'raaf : 43.
- Ayat-ayat di atas menunjukkan :
a. Eksistensi sungai sebagai sesuatu yang nyata.
b. Sungai tersebut mengalir terus dan tidak pernah berhenti.
c. Sungai-sungai surga letaknya di bawah ghuraaf (istana) dan mengalir tanpa melewati saluran sungai, namun mengalir di bawah istana, maghligai dan pepohonan.
- Dalam QS Muhammad : 15, Allah Ta'ala menyebutkan sungai di surga berjumlah empat yang diminati manusia. Sungai pertama (air jernih), untuk minuman. Sungai kedua (susu), untuk kekuatan dan konsumsi mereka. Sungai ketiga (arak), untuk kenikmatan dan kebahagian. Sungai keempat (madu), untuk penyembuhan (obat).
- Di surga ada sungai Al-Kautsar, yang kedua tepinya dari emas, saluran airnya dari intan berlian, tanahnya lebih wangi dari kasturi, airnya lebih manis dari madu dan lebih putih dari es.
- Mata Air Surga, tentang mata air surga Allah Ta'ala berfirman dalam QS Adz-Dzariyat : 15,
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air
Dan dalam QS Al-Insan : 6,
عَيْناً يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيراً}
(yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.
Mata air yang diminum Al-Muqarrobun yaitu orang yang mendekatkan diri kepada Allah ta'ala ikhlas hanya untuk Allah Ta'ala mendapatkan mata air yang tanpa campuran. Adapun kelompok kedua yaitu Abrar (orang yang baik) meminum mata air yang dicampur dengan air kafur. QS AL-Insan : 5.
MAKANAN DAN MINUMANNYA
- Dalam QS Al-Mhutaffifin : 25-26,
يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ{25} خِتَامُهُ مِسْكٌ وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ{26} }
Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya),26. Laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.
- Penghuni surga diberi kekuatan 100 orang dalam urusan makan, minum dan hubungan seksual serta syahwat lainnya. Mereka tidak buang air besar dan kecil. Makanan mereka berubah menjadi sendawa yang beraroma kasturi dan keringat mereka beraroma kasturi.
- Penghuni surga akan mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan cepat. Sebagaimana Sabda Rasulullah Saw yang artinya, " Jika engkau melihat burung di surga dan tertarik denganya, maka ia segera jatuh ke tanganmu dalam keadaan sudah matang."
TEMPAT MAKAN DAN MINUMNYA
QS Az-Zukhruf : 71
يُطَافُ عَلَيْهِم بِصِحَافٍ مِّن ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ وَأَنتُمْ فِيهَا خَالِدُون}
Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya".
Shihaf adalah mangkuk besar yang terbuat dari emas. Adapun kata Akwab adalah gelas yang bulat dan tidak ada telingga untuk pegangan. Kata Ibnu Abbas Akwab ialah tempat minum yang tidak ada telinga pegangannya.
dalam Qs Al-Waqi;ah : 17 dan 18 disebutkan kata Abariq yang artinya gelas yang ada peganganya dan terbuat dari emas dan perak. Mengkilap seperti kaca dimana bagian luarnya bisa dilihat dari dalam.
Semua gelas yang disediakan bagi penghuni surga sudah ada ukurannya sesuai dengan kebutuhannya.
PAKAIAN, PERHIASAN, HANDUK, RANJANG, PERMADANI DAN BANTALNYA
- Dalam QS AD-Dukhan : 51-53, diterangkan bahwa pakaian penduduk surga ialah sutra yang tebal dan yang tipis.
- Dalam QS Al-Kahfi : 30-31. pakiannya ialah sundus dan istabraq adalah dua jenis sutra. Dan disebutkan dalam hadist Nabi Saw bahwa pakaian mereka terbuat dari buah surga. Dan Ka'ab berkata, " Satu pakaian di surga dikenakan dua dunia ini, maka orang yang melihatnya tak sadarkan diri.
- Adapun perhiasan penghuni surga sisebutklan dalam hadist Abu Hurairah dari Nabi Saw, beliau bersabda, " Mereka diberi gelang dan emas dan perak dan diberi mahkota intan berlian. Di atas kepala mereka terdapat mahkota dari intan berlian dan mutiara yakut. Di atas kepala mereka juga terdapat mahkota seperti mahkota raja. Mereka senantiasa muda, belium tumbuh jenggotnya dan memakai celak." Dan disebutkan dalam hadits lain seandainya perhiasan penghuni surga dikeluarkan ke dunia niscaya sinar matahari tidak kelihatan. Adapaun handuknya lebih bagus dari pakaian sutra.
- Adapun kasur penghuni surga, Allah Ta'ala berfirman dalam QS Ar-Rahman : 54,
مُتَّكِئِينَ عَلَى فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ
Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
Bagian dalamnya terbuat dari sutra dan bagian luarnya lebih indah dari bagian dalamnya. Ukuranya tinggi dan tebal. Dan Rasulullah Saw menerangkan bahwa seandainya yang tinggi dilepas dari atas surga maka ia jatuh ke bagian dasar surga selama seratus tahun.
Permadani dan bantal surga disebutkan dalam QS Ar-Rahman : 76 dan QS Al-Ghossiyah : 13-16. al-abqariyu maknanya ialah permadani dan an-namariqu bermakana bantal.
KEMAH, RANJANG DAN SOFANYA
- Dalam hadist Bukhari dan Muslim, "Di dalam surga , terdapat kemah mutiara lu'lu' yang berongga. Tingginya enam puluh mil. Di dalamnya terdapat keluarganya dan orang beriman bejalan mengelilingi mereka. Sebagian mereka tidak bisa melihat sebagian yang lain." Dan dalam hadist lain disebutkan kemahnya terbuat dari intan. Dan dari Abu Darda' yang berkata, "Kemah adalah satu mutiara lu'lu'. Ia mempunyai tujuh puluh pintu dan kesemua pintunya dari mutiara." Dan disebutkan oleh Ibnu Abbas bahwa kemah ialah mutiara lu'lu' yang berlubang. Tinggi dan lebarnya 8 kilometer. Memiliki seribu pintu dari emas. Disekitarnya ada kemah-kemah yang lain. Dan para malaikat melewati pintu tersebut dengan membawa hadiah dari Allah Ta'ala.
- Adapun ranjangnya disebutkan dalam QS ATh-Thur : 20,
مُتَّكِئِينَ عَلَى سُرُرٍ مَّصْفُوفَةٍ وَزَوَّجْنَاهُم بِحُورٍ عِينٍ
Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.
Dan dalam QS Al-Waqi'ah : 13-16,
ثُلَّةٌ مِّنَ الْأَوَّلِينَ{13} وَقَلِيلٌ مِّنَ الْآخِرِينَ{14} عَلَى سُرُرٍ مَّوْضُونَةٍ{15} مُتَّكِئِينَ عَلَيْهَا مُتَقَابِلِينَ{16}
13. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,14. Dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian[7] 15. Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata,16. Seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.
Pada ayat di atas menunjukkan bahwa ranjangnya berderetan dan tidak ada yang membelakangi atau berjauhan dengan ranjang lainnya. Dan ranjang mereka bertahtakan emas dan permata. Dan Atha' berkata dari Ibnu Abbas yang berkata, "Ranjang-ranjang dari emas, dilapisi dengan mutiara zabarajad, intan berlian dan mutiara yakut. Ranjang-ranjang tersebut ukurannya sepanjang Makkah dan Ailah." Dan tingginya seratus hasta, jika orangnya ingin duduk di atasnya maka ranjangnya merendah dan jika sudah naik, maka ranjang naik ke tempatnya semula.
Adapun sofa surga disebutkan Allah Ta'ala dalam Qs Al-Kahfi : 31,
مُّتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ
sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah.
Abu Ishaq berkata Arikah ialah kasur di kamar pengantin, dan ini mengandung tiga hal yaitu, pengantin, ranjang dan kasur yang ada di ranjang.
PELAYAN-PELAYAN PENGHUNI SURGA
Dalam QS AL-Waqi'ah : 17-18,
يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُونَ{17} بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِّن مَّعِينٍ {18}
Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda. Dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir
Mukholladun ialah pelayan surga yang tidak tua renta, tidak lanjut usia dan mengenakan anting-anting. Dan mereka bertebaran dimana-mana. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak pernah menganggur dan mondar-mandir ke mana-mana. Allah Ta'ala mengibaratkan mereka laksana mutiara yang berteberan karena saking putih kulitnya dan tampan parasnya.
Adapun mengenai asal-usul mereka ada dua pendapat :
a. Ali dan hasan AL-Basri :" bahwa mereka adalah anak kaum muslimin yang meningal dunia dalam keadaan tidak mempunyai kebaikan dan kesalahan. Mereka menjadi pelayan surga karena di
b. Diantara ulama' ada yang mengatakan mereka adalah anak kaum musyrikin. Allah Ta'ala menjadikan mereka pelayan-pelayan surga.
ISTRI-ISTRI PENGHUNI SURGA DAN CIRI-CIRINYA
- Dalam QS Al-Baqarah : 25 disebutkan bahwa c
- Kemudian dalam QS AD-Dhukhan : 51-56, disebuti dengan Al-Huur. Yaitu wanita muda usia yang cantik mempesona, kulitnya mulus dan bijih matanya sangat hitam. Dan mereka dijodohkan tanpa melewati proses pernikahan.
- Ciri berikutnya yaitu mereka menundukkan pandangan. Kata Mujahid, "Pandanga bidadari-bidadari hanya terarah kepada suaminya saja dan tidak pernah menyeleweng meliht laki-laki lain. QS Shad : 52.
- QS Ar-Rahman : 56, juga disebutkan bahwa mereka mereka belum pernah disentuh siapapun (tidak pernah digauli oleh siapapun sebelumnya).
- Adapaun cirri-ciri bidadari surga yaitu :
a. Dipinggit di kemah-kemah. QS Ar-Rahman : 72, disebutkan bahwa mereka berdiam diri di kemahnya dan tidak keluar dari padanya menuju ghuraf dan taman-taman surga.
b. Cantik wajahnya dan bagus akhlaknya. QS AR-Rahman : 70 mereka sisebut Hisan yaitu bidadari-bidadari tersebut baik akhlaknya dan cantik wajahnya.
c. Perawan, kaya cinta dan sebaya. QS Al-Waqi'ah : 35-38,
إِنَّا أَنشَأْنَاهُنَّ إِنشَاء{35} فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَاراً{36} عُرُباً أَتْرَاباً{37} لِّأَصْحَابِ الْيَمِينِ{38}
35.Sesungguhnya kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung36. Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.37. Penuh cinta lagi sebaya umurnya.38. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,
Ibnu Abbas : "wanita-wanita yang dimaksud ialah wanita dunia." Kata kalbi dan Muqatil bahwa mereka wanita dunia yang sudah tua dan beruban kemudian Allah ta'ala ciptakan kembali (dalam keadan perawan).
Kata 'uruban yang dimaksud ialah wanita yang memberikan kepuasan biologis kepada suaminya ketika melakukan hubungan seksual. Mubarras ," Mereka adalah wanita yang mentaati suaminya. Menurut Bukhari mereka wanita yang membuat suaminya betah di rumah.
d. Payudaranya montok.
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازاً{31} حَدَائِقَ وَأَعْنَاباً{32} وَكَوَاعِبَ أَتْرَاباً{33}
31.Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, 32. (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, 33. Dan gadis-gadis remaja yang sebaya,
Kawa'iba jamak dari kaibun yang berari wanita yang montok payudaranya. Qatadah dan Mujahid, Al-Kalbi, "Mereka adalah wanita-wanita yang menonjol payudaranya dan bulat. Maksudnya bahwa payudara mereka montok laksana buah delima dan tidak menjulur ke bawah.
e. Kulitnya mulus.
Disebutkan dalam hadist hurun yaitu putih dan 'in, maksudnya matanya besar dan berwarna kekuning-kuningan. Dan disebutkan bahwa dada penghuni surga adalah cermin bagi istri-istrinya dan dada istrinya adalah cermin bagi suaminya.
Dalam hadist lain disebutkan bahwa penis ahli jannah tidak pernah loyo dan vagina istrinya tidak pernah mengeluk kesakitan karena mereka diberi kekuatan mengauli seratus perawan-perawan muda.
BAHAN BAKU BIDADARI SURGA
- Dari Anas bin Malik dari nabi Muhammad SAW yang bersabda,
الحور العين خلقن من الز عفران
" Bidadari-bidadari bermata jelita diciptakan dari Za'faran.
- Adapun sifat mereka disebutkan dalam hadist Anas bin Malik dari Rasulullah Saw,
لو أنّ حوراء بصقت في سبعة أحرف لعذبت البحار من عذوبة فمها, وخلق العين من الزعفران.
" Sekiranya bidadari penghuni surga berludah di lautan bumi, pasti airnya berubah menjadi tawar karena saking tawarnya mulut bidadari surga tersebut. Bidadari surga yang bermata jelita diciptakan dari Za'faran."
Ibnu Abas ketika ngobrol dengan Ka'ab, kata Ka'ab, 'Jika tangan bidadari surga yang bermata jelita diturunkan dari langit, maka menerangi bumi sebagaimana matahari menyinari dunia. Kata Ibnu Abbas, 'Tadi engkau mengatakan tanganya, bagaimana kalau wajahnya, warna kulitnya yang putih, pesonanya dan kecantikanya.
- Dan Al-A'uzai berkata dari Yahya bin Katsir yang berkata, "Jika bidadari bermata jelita membaca tasbih, maka seluruh pohon yang ada di surga langsung berubah." Dan mereka selalu menantikan suaminya dengan sabar ridha dan tidak cemberut.
HUBUNGAN SEKSUAL DAN KENIKMATANNYA
- Dari Abu Hurairah bahwa ditanyakan kepada Rasulullah Saw,
يا رسو ل الله , أنفضي إلى نسائنا في الجنّة؟ قال : إنّ الرجل ليصل في اليوم إلى ما ئة عذراء.
"Wahai Rasulullah Saw, apakah kita bisa menggauli istri-istri kita di surga?" Jawab beliau, "Sesungguhnya seorang suami di surga dalam sehari sanggup menggauli seratus perawan-perawan muda."
- Dan dari Sa'id bin Khudri dari Rasulullah Saw, "Sesungguhnya jika penghuni surga usai menggauli istri-istrinya, maka mereka langsung kembali perawan lagi." ( HR Thabrani).
- QS Yasin : 55,
¨bÎ) |=»ysô¹r& Ïp¨Ypgø:$# tPöquø9$# Îû 9@äóä© tbqßgÅ3»sù ÇÎÎÈ
"Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka)"
Kata Ikrimah," Mereka sibuk dengan memecah keperawanan istri-istrinya." Ini juga yang dikatakan Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud.
ADAKAH KEHAMILAN DAN KELAHIRAN DI SURGA?
- Dari sa'id bin Khudri bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Jika orang mukmin menginginkan anak di dalam surga, maka proses kehamilannya, kelahirannya dan kedewasaanya berlangsung dalam waktu satu jam persis seperti yang diinginkannya." Sebagian ulama' berpendapat bahwa di surga tidak ada kelahiran yang ada hanyalah jimak.
- Orang yang berpendapat di surga tidak ada kelahiran berdalil dengan:
a. Hadist Abu Razin.
b. QS Al-Baqarah : 25. Kata Atha', "Mereka suci dari kelahiran, haidh dan tinja."
c. Sabda Rasulullah saw bahwa di surga tidak ada sperma dan kematian.
d. Bahwa di surga ada tempat luas yang Allah Ta'ala menciptakan makhluk baru dan menempatkan mereka di dalamnya.
e. Bahwa kelahiran harus melewati haidh dan air sperma.
f. Bahwa penghuni surga dan neraka tidak mengalami perkembang biakan.
g. QS At-Thur : 21. Allah memuliakan orang-orang beriman dengan mengumpulkan anak cucu mereka di dunia kepada mereka di surga.
h. Perkembang biakan di surga tidak seperti di dunia.
i. Penciptaan penghuni surga seperti penciptaan Malaikat, bahkan bisa lebih mulia.
NYANYIAN DI SURGA DAN PADUAN SUARA BIDADARI - BIDADARI YANG BERMATA JELI
· QS Ar-Rum : 15,
$¨Br'sù úïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# óOßgsù Îû 7p|Ê÷ru crçy9ósã ÇÊÎÈ
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.
· Yahya bin Abu Katsir," Al-Habrah (kegembiraan) pada ayat tersebut yaitu menikmati paduan suara yang merdu."
· Sa'ad Bin Ali berkata bahwa Rasulullah Saw, "Sesungguhnya di surga, terdapat masyarakat bidadari-bidadari yang bermata jelita. Mereka melantunkan suara emasnya yang tidak pernah didengar seluruh makhluk sebelumnya. Mereka berkata, 'Kami wanita abadi yang tidak mati. Kami bahagia dan tidak sengsara. Kami ridha dan tidak cemberut. Berbahagialah bagi orang yang menajdi milik kami dan kami menjadi miliknya." (HR Tirmidzi).
· Dan dalam hadist lain disebutkan bahwa suara ranting pohon-pohon di surga yang tertepa angin yang bergoyang merupakan suara yang merdu yang tiak ada suara semerdu ini. Dan para bidadari bernyanyi untuk suaminya masing-masing yang dalam dada mereka tertulis,' Engkau adalah kekasihku dan aku adalah kekasihmu. Engkau adalah tambatan hatiku dan kedua mataku belum pernah melihat pria setampan engkau.
· Auza'i berkata, "Aku mendapat berita bahwa tidak ada makhluk Allah Ta'ala yang suaranya semerdu malaikat Israfil. Allah Ta'ala menyuruhnya bernyanyi, seluruh malaikat menghentikan shalatnya. Israfil terus bernyanyi sampai batas waktu yang dikehendaki Allah Ta'ala. Tapi ada jenis suara bagi penghuni surga, suara yang mengalahkan semua suara yang ada, yaitu suara ucapan salam-Nya dan dialog-Nya Allah Ta'ala kepada Ahli surga serta Allah Ta'ala membacakan Qur'an kepada mereka di atas kursi-Nya..
KENDARAANNYA
Ketika Rasulllah Saw ditanya apakah di surga terdapat kuda?, beliau menjawab, 'Jika Allah memasukkanmu ke dlam surga, maka jika engkau mau, engkau menunggang kuda dari mutiara yakut merah lalu kuda tersebut terbang ke mana engkau suka. Dan dalam hadist diterangkan bahwa di surga ada unta yang berjalan dengan cepat di antara dedaunan surga. Dan dalam hadist lain unta putih laksana yakut yang digunakan penghuni surga untuk saling mengunjungi diantara mereka. Dan disebutkan pula ada kuda-kuda dari mutiara yakut yang berwarna merah dan memiliki sayap.
KUNJUNGAN SESAMA MEREKA
o QS Ash-Shaffat : 50-57, ayat tersebut menjelaskan bahwa penghuni surga mengadakan pertemuan rutin diantara mereka. Mereka ngrobol dengan sesamanya dan saling bertanya mengenai keadaan mereka di dunia.
o Dalam hadist Abu Ayyub yang diteruskan Rasulullah Saw yang bersabda,
إنّ أهل الجنّة يتجاوزون على النجا ئب
o "Sesungguhnya penghuni surga bisa saling mengunjungi dengan mengendarai unta." Dan dalam hadist yang lain menggunakan unta hitam dengan pelana diatasnya.
o Disamping itu penghuni surga juga mempunyai kunjungan yang mulia yaitu kunjungan kepada Rabbnya dengan melihat wajah Allah Ta'ala dan mendengarkan suara-Nya.
PASAR DI SURGA
- Dalam hadist Anas bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah Saw menerangkan, di surga ada pasar yang dikunjungi penghuninya setiap hari Jum'at. Dan dalam hadist lain disebutkan ada pasar yang belum pernah terbayangkan oleh benak manusia dan apa yang mereka inginkan diantarkan kepada mereka secara gratis.
- Dari Ali bin Abi Thalib yang berkata bahwa Rasulullah saw yang bersabda, "Sesungguhnya di surga terdapat pasar. Di dalamnya tidak ada jual beli kecuali lukisan laki-laki dan perempuan. Jika seseorang laki-laki menginginkannya, maka ia masuk ke dalam pasar tersebut
KUNJUNGAN KEPADA RABB-NYA
- Dalam hadist yang disriwayatkan Abu Nu'aim disebutkan bahwa penghuni surga mengenakan pakaian indah pada pagi hari dan berganti di sore hari. Karena pada keduanya mereka berkunjung kepada Rabbnya.
AWAN DAN HUJAN DI SURGA
- Diceritakan dalam hadist dari Syafi' bin Mati' bahwa ketika penghuni surga menaiki kuda hingga tiba di tempat yang dikehendaki Allah Ta'ala, tiba-tiba datang kepada mereka seperti awan yang belum pernah dilihatnya dan kemudian mereka meminta hujan, kemudian hujan turun kepadanya hingga berakhir di luar keinginan mereka. Allah Ta'ala menjaikan awan dan air hujan yang dibawanya sebagai penyebab datangnya rahmat dan kehidupan dunia ini.
SEMUA PENGHUNINYA ADALAH RAJA DI SURGA
- Dalam QS Al-Insan : 20,
#sÎ)ur |M÷r&u §NrO |M÷r&u $\KÏètR %Z3ù=ãBur #·Î7x. ÇËÉÈ
Dan apabila kamu melihat di
Ibnu Najih berkata dari Mujahid, "Yang dimaksud dengan mulkan kabiran yaitu raja yang agung. Buktinya ialah permintaan izin malaikat kepada mereka kecuali dengan izin sebelumnya."
Dan diantara rumah-nya dan Daarus-Salam terdapat pintu masuk kepada Rabb-nya dan ia bebas masuk kepada Rabb-nya tanpa izin terlebih dahulu. Ini membuktikan bahwa ia adalah raja yang agung. Dan disebutkan bahwa penghuni surga yang paling rendah kelasnya adalah orang yang berdiri di depannya sepuluh ribu pelayan.
- Dalam hadist dari Abu Sa'id Al-Khudri yang berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya penghuni surga yang paling rendah tingkatannya ialah orang yang mempunyai delapan puluh ribu pelayan dan tujuh puluh dua istri. Baginya kubah dari mutiara lu'lu', mutiara yakut dan mutiara zabarjad sejauh antara
KENIKMATANNYA TAK TERBAYANGKAN
- QS As-Sajdah : 16-27,
4nû$yftFs? öNßgç/qãZã_ Ç`tã ÆìÅ_$ÒyJø9$# tbqããôt öNåk®5u $]ùöqyz $YèyJsÛur $£JÏBur öNßg»uZø%yu tbqà)ÏÿZã ÇÊÏÈ
xsù ãNn=÷ès? Ó§øÿtR !$¨B uÅ"÷zé& Mçlm; `ÏiB Ío§è% &ûãüôãr& Lä!#ty_ $yJÎ/ (#qçR%x. tbqè=yJ÷èt ÇÊÐÈ
- Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya,dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang kami berikan. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.
- Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,
قال الله عزّ و جلّ : أعددت لعبادي الصا لحين ما لا عين رأت, ولا أذن سمعت, ولا خطر على قلب بشر,
مصدا ق ذالك في كتا ب الله عزّ و جلّ { فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ }
"Allah Azza wa Jalla berfirman, 'Telah Aku persiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih yang tidak pernah dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga serta terlintas dalam benak manusia.' Buktinya dalam kitabullah, Firman Allah Ta'ala,' Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan. (QS. As Sajdah : 17)
Dalam hadist dari Sa'ad bin Waqqash dari Rasulullah Saw beliau bersabda, "Jika sediki kuku di surga terlihat di dunia, pasti menghiasi apa yang ada di antara langit dan bumi." Jadi kesimpulannya bahwa kenikmatan surga tak dapat dibayangkan oleh manusia.
KENIMATAN MELIHAT RABB MEREKA
Ini merupakan puncak kerinduan pecinta surga dan bahan perlombaan mereka. Karena jika nikmat ini diterima penghuni surga, maka mereka lupa terhadap seluruh kenikmatan yang mereka rasakan sebelumnya. Bagi mereka yang tidak bisa melihat wajah Allah Ta'ala merupakan tamparan keras daripada siksa yang dirasakan penghuni neraka.
AL-QUR'AN
a. QS Al-A'raaf : 143
`s9 ÓÍ_1ts? Ç`Å3»s9ur öÝàR$# n<Î) È@t6yfø9$# ÈbÎ*sù §s)tGó$# ¼çmtR$x6tB t$öq|¡sù ÓÍ_1ts? 4 $£Jn=sù 4©?pgrB ¼çm/u È@t7yfù=Ï9 ¼ã&s#yèy_ $y2y
"Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh "
b. QS Al-Baqarah : 223
(#qà)¨?$#ur ©!$# (#þqßJn=ôã$#ur Nà6¯Rr& çnqà)»n=B 3 ÌÏe±o0ur úüÏZÏB÷sßJø9$# ÇËËÌÈ
Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman..
dan ini disebutkan juga dalam QS Al-Baqarah : 249, Al-Ahzab : 44 dan QS Al-Kahfi : 110. Mereka melihat Allah Ta'ala dengan mata kepala.
· Dalam masalah melihat Allah Ta'ala ada tiga pendapat :
- Allah Ta'ala tidak bisa dilihat kecuali oleh kaum mukminin.
- Dapat dilihat oleh semua manusia baik beriman maupun kafir d I
- Bisa dilihat orang munafiq tapi tidak bagi orang kafir.
Ketiga pendapat tersebut adalah madzhab Ahmad dan ini adalah pendaapt kalangan Ahmad bin Hanbal.
c. QS Yunus : 25-26
ª!$#ur (#þqããôt 4n<Î) Í#y ÉO»n=¡¡9$# Ïökuur `tB âä!$t±o 4n<Î) :ÞºuÅÀ 8LìÉ)tFó¡B ÇËÎÈ * tûïÏ%©#Ïj9 (#qãZ|¡ômr& 4Óo_ó¡çtø:$# ×oy$tÎur ( wur ß,ydöt öNßgydqã_ãr ×tIs% wur î'©!Ï 4 y7Í´¯»s9'ré& Ü=»ptõ¾r& Ïp¨Ypgø:$# ( öNèd $pkÏù tbrà$Î#»yz ÇËÏÈ
Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)[685].
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya[686]. dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan[687]. mereka Itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya.
[685] arti kalimat darussalam ialah: tempat yang penuh kedamaian dan keselamatan. pimpinan (hidayah) Allah berupa akal dan wahyu untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
[686] yang dimaksud dengan tambahannya ialah kenikmatan melihat Allah.
[687] Maksudnya: muka mereka berseri-seri dan tidak ada sedikitpun tanda kesusahan.
d. QS Al-Muthaffifin : 15
Hxx. öNåk¨XÎ) `tã öNÍkÍh5§ 7Í´tBöqt tbqç/qàfóspR°Q ÇÊÎÈ
Sekali-kali tidak[1563], Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka.
Maksudnya: sekali-kali tidak seperti apa yang mereka katakan bahwa mereka dekat pada sisi Allah.
Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah Ta'ala menajsikan hukuman bagi orang kafir adalah bahwa mereka terhalkang melihat Allah Ta'ala dan emndengar suara-Nya.
e. QS Qaaf : 35,
Mçlm; $¨B tbrâä!$t±o $pkÏù $oY÷t$s!ur ÓÌtB ÇÌÎÈ
Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi kami ada tambahannya.
Anas bin Malik,"yang dimaksud dengan mazid yaitu melihat wajah Allah Ta'ala.
f. QS Al-An'am : 103
w çmà2Íôè? ã»|Áö/F{$# uqèdur à8Íôã t»|Áö/F{$# ( uqèdur ß#Ïܯ=9$# çÎ6sø:$# ÇÊÉÌÈ
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan dialah yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
Kesimpulannya bahwa Allah Ta'ala bias dilihat (rukyah) namun tidka bias dilihat secara sempurna seratus persen dengan penglihatan mata (idrak). Dan ini juga penafisran para sahabat dan imam menafiri QS Thaha : 77.
g. QS AL-Qiyamah : 22-23
×nqã_ãr 7Í´tBöqt îouÅÑ$¯R ÇËËÈ 4n<Î) $pkÍh5u ×otÏß$tR ÇËÌÈ
Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka Melihat.
Ikrimah,"termasuk kenikmatan di surga adalah melihat wajah Rabbnya." Ini juga penafsiran Ahlu Sunnah dan Ahlu Hadist dan Ibnu Abbas.
AS-SUNNAH
- Hadist Abu Bakar
- Hadist Abu Hurairah
- Hadisr Jarir bin Abdullah
- Hadist Shuhaib
- Hadist Ibnu Mas'ud
- Hadist Ali bin Abi Thalib
- Hadist Abu Musa AL-Asy'ari
- Hadist Adi bin Hatim
- Hadist Anas bin Malik
- Hadist Buraidah bin Hashib
- Hadist Abu Razin bin Al-Uqali
- Hadist Jabir bin Abdullah
- Hadist Abu Umamah
- Hadist Zaid bin Tsabit
- Hadist Ammar bin Yasir
- Hadist Aisyah
- Hadist Ibnu Umar
- Hadist Imarah bin Ruhaibah
- Hadist Salman Al-Farisi
- Hadist Hudzifah bin Yaman
- Hadist Ibnu Abbas
- Hadist Abdullah bin Amr bin Ash
- Hadist Ubai bin Ka'ab
- Hadist fadhalah bin Ubaid
- Hadist Ubadah bin Shamit
Semua hadist tersebut menerangkan dan menyebutkan bahwa Allah Ta'ala menampakkan kepada hamba-Nya dan lebih besar dari rembulan dan sambil tertawa. Dan kenikmatan ini menyebabkan penghuni surga lupa terhadap nikmat yang telah diterimanya.
PENDAPAT SAHABAT
- Pendapat Abu Bakar Ash-Shidiq
Beliau menafsiri QS Yunus : 26, bahwa yang dimaksud dengan tambahan (ziyadah) yaitu melihat wajah Allah Ta'ala."
- Pendapat Ali bin Abi Thalib :
"Diantara kesempurnaan kenikmatan adalah masuk surga dan melihat wajah Allah Ta'ala di surga."
- Pendapat Hudzifah Al-Yaman :
"Ziyadah ialah melihat wajah Allah Ta'ala.
- Pendapar Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas
"Bahwa setiap penghuni surga pasti melihat wajah Allah Ta'ala dan ziyadah ialah melihat wajah Allah Ta'ala."
- Pandapat Muadz bin Jabal
"Pada hari kiamat manusia dibagkitkan di atas tanah yang sama. Pada saat itu penyeru memangil, "Mana orang yang bertakwa? Mereka pun berdiri di lindungan Ar-Rahaman dan Allah Ta'ala tidak bersembunyi darinya."
- Pendapat Abu Hurairah
"Kalian tidak akan melihat Rabb kalian hingga kalian merasakan kematian terlebih dahulu."
- Pendapat Ibnu Umar
"Sesungguhnya penghuni surga yang paling tinggi ialah ia bisa melihat wajah Allah Ta'ala dua kali dalam sehari."
- Pendapat Fadhalah bin Ubaid
"Ia berdo'a mendapatkan kenikmatan melihat wajah Allah Ta'ala."
- Pendapat Abu Musa Al-Asy'ari
Bahwa Wajah Allah Ta'ala lebih terang dari rembulan.
- Pendapat Anas bin Malik
Menafsiri QS Qaaf : 36, ia berkata,"Ziyadah (tambahan) adalah bahwa Rabb mereka menampakkan diri kepada mereka pada hari kiamat."
- Pendapat Jabir bin Abdullah
Bahwa penghuni surga menghadap kepada Rabbnya kemudian sujud kepada-Nya dan Allah Ta'ala berkata, "Wahai penghuni surga, angkatlah kepala kalian, sesungguhnya Aku telah ridha kepada kalian. Tidak ada kemurkaan atas kalian."
TABI'IN
- Sa'id bin Musayyib
Ziyadah ialah melihat wajah Allah Ta'ala.
- Hasan Al-Basri
"Jika seandainya orang-orang yang ahli ibadah di dunia tahu bahwa kelak di akhirat tidak dapat melihat wajah Allah Ta'ala, maka jiwa mereka meleleh di dunia.
- Abdurrahman bin Abu Laila
Menafsiri Qs Yunus : 26, bahwa Al-Husna ialah surga dan ziyadah ialah melihat wajah Allah.
- Umar bin Abdul Aziz
Bahwa dengan takwa manusia akan dikumpulkan bersama para nabi dan dapat melihat penciptanya.
- Al-A'masy dan Sa'id bin Jubair
"Sesungguhnya penghuni surga yang paling mulia ialah melihat wajah Allah Ta'ala pagi dan petang."
- Ka'ab
Setiap hari raya dunia datang maka penghni surga datang ke taman-taman surga dan Rabb mereka menampakkan kepada mereka.
- Hisyam bin Hasan
Ketika penghuni surga melihat Allah Ta'ala maka ia lupa kenikmatan sebelumnya"
- Thawus
"Orang yang berdebat selalu berdebat hingga ia mengingkari rukyah Rabb mereka."
- Abi Ishaq bin As-Sabi'i
"Ziyadah ialah melihat wajah Allah Ta'ala."
- Ibnu Mubarak
Menafsiri QS Al-Kahfi : 110, "Barang siapa ingin melihat wajah Allah Ta'ala hendaknya ia beramal shalih dan jangan memberitahukan kepada siapapun."
- Syuraik bin Abdullah
"sesungguhnya Mu'tazilah mengingkari hadist bahwa penghuni surga dapat melihat rabb mereka."
- Abu Nu'aim
Ia marah kepada orang yang mengingkari rukyah Allah Ta'ala.
PARA IMAM
- Malik bin Anas
"Malik ditanya tentang QS Al-Qiyamah : 22-23, bahwa manusia hanya bisa melihat apa yang ada di sisinya. Kemudian ia berkata, " Tidak, yang benar bahwa manusia dapat melihat langsung Allah Ta'ala."
- Ibnu Majisyun
Bahwa Allah Ta'ala pasti akan menampakkan kepada orang yang lhkals kepada-Nya sebagai pahala bagi mereka. Dan sekaligus bantahan kepada orang yang mengingkari Allah Ta'ala dapat dilihat.
- Al Auza'i
Semoga Allah Ta'ala tidak melihat kepada Jahm bin Shofwan dan rekan-rekannya yang mengingkari kenikmatan yang utama.
- Laits bin Sa'ad
"Bahwa melihat Allah Ta'ala tanpa pertanyaan bagaimana bentuknya."
- Sufyan bin Uyainah
"Barangsiapa yang mengatakan Al-Qur'an bukan kalamullah dan Allah Ta'ala tidak bisa dilihat di surga maka pengikut Jahm bin Shafwan."
- Jarir bin Abdul Hamid
"Ziyadah ialah melihat wajah Allah Ta'ala dan ia mengusir serta memarahi orang yang menginkari dan membantahnya."
- Ibnu Mubrak
"Bahwa Allah Ta'ala dapat dilihat dengan mata."
- Waki' bin Jarrah
Bahwa Allah Ta'ala dapat dilihat di surga nanti dan hanya orang beriman yang dapat melihat-Nya.
- Qutaibah bin Sa'id
Pendapat para Imam dan Ahli Sunnah ialah membenarkan hadist yang berkenaan dengan melihat Allah Ta'ala.
- Abu Ubaid Al-Qasim bin Salam
Ia tidak menafsiri hadist tentang rukyah dan mengamalkan apa adanya."
- Aswad bin Salim (guru Imam Ahmad)
Ketika ditanya tentang hadist-hadist yang berkenaan dengan melihat wajah Allah Ta'ala, maka ia besumpah bahwa semua hadist tersebut adalah benar.
- Imam As-Syafi'i
Ketika orang yang durhaka kepada Allah Ta'ala terhalang dari meliat-Nya. Maka ini merupakan bukti bahwa Alllah Ta'ala hanya bisa dilihat para wali Allah dengan mata kepala karena Ridha-Nya.
- Ahmad bin Hanbal
Imam Ahmad," Barang siapa yang mengatakan bahwa Allah Ta'ala tidak dapat dilihat maka ia telah kafir dan ia pengikut sekte Jahmiyah. Dan ia mendapatkan laknat dan murka dari Allah Ta'ala.
Kemudian beliau berkata, "Kami beriman kepada hadist-hadist testing rukyah Allah Ta'ala dan mengikutinya serta menjalankan sebagaimana mestinya."
Ibrahim bin Zayad mendengar bahwa Imam ahmad berkata, "Barang siapa yang mengingkari rukyah Allah Ta'ala maka ia adalah Zindiq (kafir). Dan orang yang mengingkarinya disuruh bertaubat jika tidak maka ia dibunuh.
- Ishaq bin Rawahih
"Bahwa orang yang meriwayatkan hadist-hadist tentang rukyah yang jika mereka salah dalam periwayatan hadist, maka niscaya syari'at ini tidak berlaku lagi."
- Orang-orang beriman
Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah," Bahwa semua orang beriman sepakat dan tidak berbeda pendapat bahwa orang beriman bisa melihat Rabbnya dan orang yang mengingkarinya maka ia bukan orang beriman.
- Al-Muzani
Bahwa Allah Ta'ala dapat dilihat di akhirat kelak nanti.
- Pakar bahasa
Mereka sepakat bahwa pertemuan itu secara langsung dan dengan mata kepala. Dan sanad tentang itu semuanya shahih berdasarkan nash Al-Qur'an dan Hadist mutawatir dari Nabi Muhammad Saw.
- Orang yang mengingkari rukyah ada dua jenis :
Pertama, bahwa Allah Ta'ala dapat dilihat di dunia dan bisa diajak bicara dan ngobrol di dunia.
Kedua, Allah Ta'ala tidak dapat dilihat sama sekali di akhirat dan tidak berbicara dengan hamba-Nya.
Kemudian dalam QS Al-Muthaffiifin : 15, bahwa Allah Ta'ala akan menyiksa atas apa yang mereka dustakan.
DIALOG ALLAH TA'ALA DENGAN PENGHUNI SURGA
Dalam QS Ali-Imran : 77,
¨bÎ) tûïÏ%©!$# tbrçtIô±o ÏôgyèÎ/ «!$# öNÍkÈ]»yJ÷r&ur $YYyJrO ¸xÎ=s% Í´¯»s9'ré& w t,»n=yz öNßgs9 Îû ÍotÅzFy$# wur ãNßgßJÏk=x6ã ª!$# wur ãÝàZt öNÍkös9Î) tPöqt ÏpyJ»uÉ)ø9$# wur óOÎgÅe2tã óOßgs9ur ëU#xtã ÒOÏ9r& ÇÐÐÈ
Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. bagi mereka azab yang pedih.
Seandainya Allah Ta'ala tidak berdialog dengan hamba-hamba Nya yang beriman, maka tentu mereka tidak ada bedanya dengan musuh-musuh Allah Ta'ala dan pengkhususan Allah Ta'ala tidak berdialog dengan musuh-Nya menjadi tidak ada gunanya.
- Hadist dari Adi bin Hatim,
ما منكم إلاّ سيكلّمه يوم القيامة
"Tidak ada diantara seorang kalian melainkan pasti berdialog dengan Rabbnya pada hari kiamat kelak."
- Hadist dari Abu Buraidah, "Tidak ada seorangpun dari kalian pasti berduaan dengan Rabbnya dan tidak ada penerjemah dan tabir pemisah diantara keduanya."
- Pengingkaran kepada keduanya sama dengan pengingkaran subtansi surga dan puncak kenikmatan di surga.
PENGHUNI YANG PALING AKHIR
- Dalam Shahih Bukhari disebutkan bahwa penghuni surga yang paling rendah ialah orang yang keluar dari neraka dengan merangkak. Dan Allah Ta'ala menyuruhnya masuk ke surga dan mendapati surga telah penuh. Kemudian menghadap kepada Allah Ta'ala lalu diperintahkan masuk surga yang nikmatnya sebesar dunia dan tambahan sepuluh kali lipat yang sama.
- Dalam riwayat lain dari Abu Umamah bahwa penduduk surga yang paling rendah ialah yang keluar dari neraka dengan berguling-guling seperti anak kecil yang berguling-guling karena habis dipukul oleh ayahnya dan ia bermaksud lari. Kemudian Allah Ta'ala menyuruhnya untuk mengakuinya dan dijanjikan masuk surga hingga ia mengakuinya dan ia masuk surga.
- Dalam Sahih Muslim dari Ibnu Mas'ud disebutkan bahwa orang yang terakhir masuk surga ialah yang melintasi titian (shirat) kadang berjalan dan kadang merangkak dan kadang terlalap api.
TAMBAHAN
- Bahasa penghuni surga ialah dengan lisan Nabi Muhammad Saw. Ini disebutkan dalam hadist dari Anas bin Malik bahasanya sefasih lidah Nabi Muhammad Saw.
- Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda, "Neraka dan surga mengajukan protes kepada Allah Ta'ala. Kata neraka, 'Allah Ta'ala memasukkan kepadaku orang-orang yang sombong dan congkak! Surga berkata,' Allah Ta'ala memasukkan kepadaku orang-orang yang lemah lagi miskin! Allah Ta'ala berfirman kepada neraka , Engkau adalah adzab-Ku. Deganmu, Aku menyiksa siapa saja yang Aku kehendaki! Kepada surga Allah berfirman, 'Engkau adalah rahmat-Ku. Denganmu, Aku memberi rahmat kepada siapa saja yang Aku kehendaki. Sesunguhnya masing-masing dari kalian berdua emmpunyai penghuni tersendiri. (HR Bukhari Muslim).
- Dan surga ada tempat kosong yang Allah Ta'ala menciptakan makhluk di tersebut. Sebagaimana dalam hadist riwayat Muslim, "Di surga tersisa tempat yang luasnya seperti yang dikehendaki Allah Ta'ala. Kemudian Allah Ta'ala menciptakan makhluk baru dan menempatkan mereka di dalamnya.
- Dan penghuni surga tidak tidur karena tidur adalah saudara kematian. Dari Jabir bin Abdullah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,
النوم أخوا الموت , أهل الجنّة لا ينامون
"Tidur adalah saudara kandung kematian, di surga penghuninya tidak tidur."
- "Sesungguhnya Allah Ta'ala menaikkan derajat hamba yang shalih di surga. Orang tersebut bertanya, wahai rabku, kenapa aku mendapatkan kenaikan derajat ini? Firman Allah Ta'ala, itu karena permohonan ampun untukmu dari anakmu."
- "Sesunguhnya Allah Ta'ala mengangkat keturunan orang beriman kepadanya meskipun amal perbutan keturunanya tidak sama denganya. Hal ini agar mata orang beriman terhibur dengan kehadiran mereka." Dan Al-Kalbi berkata, "Jika derajat orang tua lebih tinggi dari anaknya, maka anak-anaknya diangkat ke derajat orang tuanya. Jika derajat anak-anaknya lebih mulia maka orang tua diangkat ke derajat anaknya."
- Surga bisa berbicara. Ini sebagaimana sabda Rasulullah Saw yang artinya, "Surga dan neraka mengajukan protes kepada Allah Ta'ala.
- Surga selalu mempesona. Dari Ka'ab yang berkata, "Setiap kali Allah Ta'ala melihat surga, maka Ia berfirman, berdandanlah untuk penghunimu! Maka surga semakin mempesona hingga suatu saat dimasuki penghuninya.
- Do'a bidadari lebih banyak dari pada do'a suaminya di dunia.
Dari Muadz bin Jabal. Atau ucapan bidadari kepada istri orang beriman di dunia, "Janganlah engkau sakiti hatinya, karena tidak lama lagi ia akan menjadi milikku! Dan do'a bidadari, "Ya Allah bantulah ia dalam din-Mu dan jadikan ia ta'at kepada-Mu."
- Penghapusan semua bentuk ibadah kecuali do'a.
Disebutkan dalam hadits dari Jabir bin Abdullah bahwa penghuni surga diilhamkan bertasbih dan memanjatkan puji-pujian kepada Allah Ta'ala sebagiamana diilhamkan bernapas."
ORANG YANG BERHAK MENDAPATKAN BERITA GEMBIRA
Hal ini disebutkan dalam Al-Qur'an dalam banyak tempat diantaranya:
- QS Al-Baqarah : 25.
ÎÅe³o0ur úïÏ%©!$# (#qãYtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# ¨br& öNçlm; ;M»¨Yy_ ÌøgrB `ÏB $ygÏFøtrB ã»yg÷RF{$# ( $yJ¯=à2 (#qè%Îâ $pk÷]ÏB `ÏB ;otyJrO $]%øÍh (#qä9$s% #x»yd Ï%©!$# $oYø%Îâ `ÏB ã@ö6s% ( (#qè?é&ur ¾ÏmÎ/ $YgÎ7»t±tFãB ( óOßgs9ur !$ygÏù Ólºurør& ×ot£gsÜB ( öNèdur $ygÏù crà$Î#»yz ÇËÎÈ
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.
Kenikmatan di surga itu adalah kenikmatan yang serba lengkap, baik jasmani maupun rohani.
- QS Yunus : 62-64.
Iwr& cÎ) uä!$uÏ9÷rr& «!$# w êöqyz óOÎgøn=tæ wur öNèd cqçRtøts ÇÏËÈ úïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qçR%2ur cqà)Gt ÇÏÌÈ ÞOßgs9 3tô±ç6ø9$# Îû Ío4quysø9$# $u÷R9$# Îûur ÍotÅzFy$# 4 w @Ïö7s? ÏM»uHÍ>x6Ï9 «!$# 4 Ï9ºs uqèd ãöqxÿø9$# ÞOÏàyèø9$# ÇÏÍÈ
62. Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
63. (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.
64. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.
- QS Fushilat : 30
- QS Az-Zumar : 17-18
- QS QS At-Taubah : 20-21
- QS Asy-Syura : 22-23
- QS Yasin : 11
- QS Al-Ahzab : 45-47
- QS Ali-Imran : 169-171
- QS At-taubah : 111
- QS Al-Baqarah : 155-157
- QS Al-Hadid : 21
- QS Al-Kahfi : 107
- QS Al-Mukminun : 1-11
- QS Maryam : 63
- QS Ali Imran : 133-136
- Berita tersebut dalam Al-Qur'an cukup banyak. Dan kesimpulannya bahwa porosnya hanya tiga prinsip yaitu:
a. Iman
b. Takwa
c. Ikhlas karena Allah Ta'ala saja dan sesuai dengan Sunnah Rasulullah Saw.
Jadi hanya orang yang mempunyai tiga prinsip tersebut yang berhak mendapatkan berita gembira ini. Ketiga prinsip tersebut dapat diringkas menjadi dua prinsip yaitu ikhlas dalam ta'at kepada Allah Ta'ala dan berbuat baik kepada makhluk-Nya.
[1] Diriwayatkan Ibnu Mandah dari Ahamd ibn Ishaq dari Az-zubairi dari Israil dari Ibnu Abu yahya dari Mujahid.
[2] Maksudnya: yang tidak berperang Karena uzur.
[3] Maksudnya: yang tidak berperang tanpa alasan. sebagian ahli tafsir mengartikan qaa'idiin di sini sama dengan arti qaa'idiin Maksudnya: yang tidak berperang Karena uzur..
[4] yaitu antara kami dengan ahli Mekah
[5] yang dimaksud dua syurga di sini adalah, yang satu untuk manusia yang satu lagi untuk jin. ada juga ahli tafsir yang berpendapat syurga dunia dan syurga akhirat.
[6] selain dari dua syurga yang tersebut di atas ada dua syurga lagi yang disediakan untuk orang-orang mukmin yang kurang derajatnya dari orang-orang mukmin yang dimasukkan ke dalam syurga yang pertama.
[7] yang dimaksud adalah umat sebelum nabi Muhammad dan umat sesudah nabi Muhammad SAW

0 comments:
Post a Comment